Sedekah Rahasia

Sedekah Rahasia


Sedekah bisa dilakukan secara terang-terangan dan juga bisa dilakukan secara rahasia. Allah azza wajalla berfirman:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Nurul HaromainAl Hafizh Ad Dimyathi mengatakan: "Disebutkan bahwa ayat tersebut turun terkait Sayyidina Ali ra yang tidak memiliki uang kecuali empat dirham. (meski begitu) beliau bersedekah satu dirham pada malam hari, bersedekah satu dirham pada siang hari, bersedekah satu dirham secara rahasia dan bersedekah satu dirham secara terang-terangan"

Imam Ibnu Katsir mengatakan: "Di sini ada petunjuk bahwa menyamarkan sedekah lebih utama daripada menampakkannya karena lebih jauh dari riya’ kecuali jika ada tujuan memberikan keteladanan, maka dari sisi ini menampakkan sedekah menjadi lebih utama."

Imam al Qurthubi mengatakan:

Mayoritas (jumhur) ahli tafsir sepakat bahwa ayat ini terkait sedekah sunnah yang memang lebih utama disamarkan daripada ditampakkan. Dan begitu pula halnya dengan ibadah-ibadah sunnah yang lain karena hal yang demikian lebih menghilangkan riya’. Akan tetapi tidak demikian halnya dengan ibadah-ibadah wajib. Imam al Hasan mengatakan: “Menampakkan zakat itu lebih baik dan menyamarkan sedekah sunnah itu lebih utama karena lebih kuat membuktikan bahwa memang dilakukan semata karena Allah azza wajalla."

Ibnu Abbas ra menegaskan: “Allah menjadikan sedekah rahasia melebihi tujuh puluh kali lipat sedekah secara terang-terangan. (Sebaliknya) Dia menjadikan zakat secara terang-terangan lebih utama dua puluh lima kali lipat daripada zakat secara rahasia”. Aku (Imam al Qurthubi) menyimpulkan bahwa hal semacam ini tidak boleh muncul hanya sekedar dari pendapat, melainkan tauqiif (bimbingan syariat)]

Ibnu Abi al Ja’ad seperti dinukil oleh al Hafizh Ad Dimyathi juga mengatakan: "Sesungguhnya sedekah bisa menolak tujuh puluh keburukan. Sedang sedekah rahasia memiliki tujuh puluh keutamaan mengalahkan sedekah terang-terangan"

Pernyataan Sayyidina Abdullah bin Abbas ra dan Ibnu Abi al Ja’ad di atas yang kemudian disimpulkan oleh Imam al Qurthubi sebagai sebuah hal yang tauqifi, dan bukan sekedar pendapat sebenarnya bisa kita fahami dari redaksi ayat “…maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu….”. Hal ini karena selain mendapat manfaat umum bersedekah, sedekah secara rahasia juga memiliki keutamaan:
  • Memadamkan kemarahan Allah

Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

“Sesungguhnya sedekah rahasia bisa memadamkan kemarahan Tuhan tabaaraka wa ta’ala”

Allah marah jika perintah-perintah-Nya tidak diindahkan dan larangan-larangan-Nya dilanggar. Jadi makna memadamkan kemarahan Allah memiliki banyak pengertian yang di antaranya bahwa dengan bersedekah secara rahasia kita berharap dan meyakini, seperti berita dari Rasulullah Saw di atas, semoga Allah tidak menimpakan siksa kepada kita karena telah bermaksiat.
  • Mendapatkan Naungan Arasy Allah
Rasulullah Saw bersabda: "Tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya..." sampai beliau bersabda:

...وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَي حَتّي لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ...

“…dan seseorang yang bersedekah lalu menyamarkannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya…” (HR Bukhari no: 660 Kitab al Aadzaan bab Man Jalasa fil masjid Yantazhir).
  • Dicintai oleh Allah
Kecintaan Allah diakui maupun tidak menjadi sebuah kalimat yang terasa asing bagi kebanyakan dari kita. Hati sedikit sekali atau bahkan sama sekali tidak tersentuh dan mampu memahami apa arti kecintaan Allah itu sehingga kecintaan Allah itu jarang menjadi sebuah target dalam aktivitas kehidupan ini, khususnya saat melakukan ibadah baik vertikal maupun horisontal. Selain hati yang tidak terpaut dunia (zuhud) meski aktif bergelut dengan dunia, hal yang menjadikan Allah mencintai seorang hamba ialah sedekah secara rahasia. Abdullah bin Mas’ud ra meriwayatkan sabda Rasulullah Saw:

ثَلَاثَةٌ يُحِبُّهُمُ اللهُ رَجُلٌ قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتْلُوْ كِتَابَ اللهِ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ صَدَقَةً يُخْفِيْهَا مِنْ شِمَالِه وَرَجُلٌ كَانَ فِى سَرِيَّةٍ فَانْهَزَمَ أَصْحَابُهُ فَاسْتَقْبَلَ الْعَدُوَّ
“Tiga orang yang dicintai oleh Allah; 1) seorang yang bangun pada malam hari seraya membaca kitab Allah (dalam tahajjud), 2) seorang yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sambil menyamarkannya dari tangan kiri (sedekah rahasia), dan 3) seorang yang berada bersama pasukan, lalu teman-temannya melarikan diri tetapi ia justru maju menyambut musuh”

Memadamkan kemarahan Allah, mendapatkan naungan Arasy dan meraih kecintaan Allah, semua keutamaan ini jika direnungkan pasti bisa difahami adalah anugerah besar Allah Dzat Maha Pengasih Maha Pemurah kepada para hamba-Nya yang bisa melakukan sedekah rahasia yang sebenarnya memang sangat berat dilakukan karena selain mengesampingkan rasa berat melepaskan diri dari kepemilikan harta, juga sekaligus harus mengusir perasaan ingin dilihat dan disanjung. Oleh karena itulah orang yang bisa bersedekah secara rahasia disebutkan oleh Rasulullah Saw lebih tangguh daripada angin. Beliau bersabda:

Ketika Allah telah menciptakan bumi, maka bumi bergoyang-goyang. Lalu Allah meneguhkannya dengan gunung-gunung sehingga bumi menjadi tenang. Heran dengan kekuatan gunung, malaikat bertanya: “Wahai Tuhan kami, apakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih kuat daripada gunung?” Allah berfirman: “Ia,  besi” malaikat bertanya: “Apakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih kuat daripada besi?” Allah berfirman: “Ia, api” malaikat  bertanya: “Apakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih kuat daripada api?” Allah berfirman: “Ia, air” malaikat bertanya: “Apakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih kuat daripada air?” Allah berfirman: “Ia, angin” malaikat bertanya: “Apakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih kuat daripada angin?” Allah berfirman: “Ia, anak Adam (manusia) jika ia bersedekah dengan tangan kanannya lalu menyembunyikannya dari tangan kirinya”

Baca Juga : Tradisi Kondangan

Gunung begitu kekar, kokoh menjulang tinggi sehingga menjadikan bumi ini tenang. Tetapi gunung hanyalah bebatuan yang dengan mudahnya hancur berkeping jika ditumbuk dengan besi. Besi yang keras dan tajam pun dengan mudah meleleh oleh panas api. Api yang panas membara dan membakar apa saja begitu disiram air maka bisa padam seketika. Air yang bisa merontokkan batu, besi, dan mematikan api ternyata bisa dipermainkan dan dihisap oleh tiupan-tiupan angin. Ia, angin begitu hebat dan dahsyat sehingga dijadikan perumpamaan bagi orang yang mampu bersedekah secara rahasia. Sedekah secara rahasia artinya bisa memberikan kehidupan dan kesenangan kepada orang lain, tetapi orang yang merasakan manfaat sedekah tidak bisa mengetahui siapa yang memberikan uluran sedekah. Hanya Allah yang maha mengetahui perkara yang tampak dan tersamar. Begitulah angin. Ia bisa memberikan kehidupan dan bisa secara langsung dirasakan sentuhan-sentuhannya, tetapi ia tidak bisa terlihat oleh mata.

Kisah Ali Zainal Abidin ra

Ali bin al Husen bin Ali bin Abi Thalib ra yang kemudian terkenal dengan sebutan Ali Zainal Abidin. Sayyidina al Husen ra memiliki dua orang putera yang bernama Ali. Ali yang besar ikut menjadi korban dalam tragedi Karbala’. Sedang Ali yang muda ketika itu juga bersama rombongan sang ayahanda. Ia kebetulan sakit dan terbaring di pembaringan sehingga tidak ikut menjadi korban.

Membicarakan sedekah rahasia maka sangat perlu mengenang Sayyidina Ali Zainal Abidin. Imam al Wasithi menuliskan:

Muhammad bin Ishaq mengatakan: Adalah sekolompok orang-orang di Madinah. Mereka menjalani kehidupan tanpa mengerti dari manakah datangnya penghidupan mereka. Maka saat Ali bin al Husen wafat, mereka pun kehilangan sesuatu yang datang kepada mereka di malam hari.

Pada malam hari secara rutin Ali bin al Husen memanggul bejana berisi roti di punggung beliau  untuk disedakahkan secara rahasia sambil berkata: “Sungguh sedekah rahasia bisa memadamkan kemarahan Tuhan azza wajalla”.

Ketika beliau wafat maka orang-orang yang memandikan melihat ada bekas hitam di punggung beliau. Mereka bertanya: “Apakah ini?” maka dijawab: "Beliau memiliki kebiasaan memanggul bejana tepung di punggung pada malam hari untuk disedekahkan kepada orang-orang miskin di Madinah"

Ali bin al Husen ra sempat dinilai sebagai orang yang pelit. Akan tetapi saat beliau telah wafat orang-orang baru mengetahui bahwa  beliau mencukupi kehidupan seratus rumah di Madinah.

= والله يتولي الجميع برعايته =

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.