Setelah Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Dakwah Pasti Menang


Allah azza wajalla berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan” (QS Alam Nasyroh: 5-6)

Analisa Ayat

Nurul HaromainSungguh Allah Maha Mengetahui Maha bijaksana. Ilmu dan kebijaksanaanNya harus difahami oleh manusia bahwa Dia tidak pernah membebani hambaNya kecuali sesuai kemampuan. Allah tidak pula memerintahkan sesuatu atau melarang apapun kepada hambaNya kecuali juga menunjukkan cara agar perintah itu bisa dilaksanakan dan supaya larangan itu bisa ditinggalkan. Selanjutnya terserah apakah manusia mau menggunakan cara tersebut atau tidak. Berdakwah adalah salah satu yang diperintahkan dan kiranya seperti perintah-perintah lain, dakwah membutuhkan kesabaran untuk bisa merengkuh sukses. 

Sebagaimana biasa diungkapkan bahwa sabar  itu mudah diucapkan tetapi sesuatu yang teramat berat dijalankan. Membaca dan merenungkan ayat di atas menyadarkan kita kembali betapa memang Allah adalah Dzat Maha Mengetahui Maha Bijaksana. Kesabaran, terutama dalam dakwah menyebarkan agama-Nya, harus dikawal karena ia termasuk salah satu di antara pilar-pilar utama dakwah. Agar stok kesabaran itu tidak pernah habis terutama pada masa-masa sulit maka hati perlu dikuatkan bahwa setelah kesulitan ada kemudahan.Sesudah melewati hal yang tidak menyenangkan pasti akan merasakan sesuatu yang menyenangkan sebagaimana juga difirmankan Allah:

سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Dan Allah akan menjadikan kemudahan sesudah kesulilatan”

Dakwah, meski harus terhadang kesulitan dan tantangan, pasti akan meraih kemenangan. Dan tegaskanlah bahwa kebenaran pasti datang dan kebatilan pasti sirna. Sesungguhnya kebatilan begitu mudah sirna .

Ibnu Mas’ud ra mengatakan: "Demi Dzat yang diriku berada di tanganNya, andai saja kesulitan terpendam di dalam batu niscaya kemudahan pasti memasukinya. Dan satu kesulitan tidak pernah akan bisa mengalahkan dua kemudahan"

Menanggapi surat dari panglima tentara Islam Abu Ubaidah Amir bin al Jarrah ra yang mengeluhkan kesulitan akibat besarnya jumlah tentara romawi yang harus dihadapi, maka Amirul Mukminin Umar ra memberikan balasan: "Amma ba’du. Setiap kali kesulitan menghimpit seorang hamba beriman niscaya Allah selalu menjadikan kemudahan baginya sesudah itu. Dan sungguh satu kesulitan tidak akan pernah bisa mengalahkan dua kemudahan."

Agar hati tabah menjalani derita dalam menundukkan kesulitan maka seorang da’i harus mengetahui betul dan selalu mengingat bahwa ia beraktivitas untuk meraih kecintaan dan keridho ‘an Allah dan tentunya pahala yang besar dari-Nya. Ia harus mengingat bahwa rangkaian kata-katanya yang menyeru kepada Allah itu adalah rangkaian kata-kata yang terbaik sehingga Allah menegaskan: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal sholeh dan mengatakan: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang berserah diri“ Dan jika ada satu orang saja yang mendapatkan petunjuk dan menjadi orang yang baik karena dakwahnya maka ini adalah sebuah keberhasilan sangat besar. Sahl bin Saad ra menceritakan kejadian saat pengepungan Khaibar:

Baca Juga : Sikap Seorang Muslim

Rasulullah Saw bersabda: “Besok aku pasti akan memberikan bendera kepada seseorang  di mana Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya” Pada malam harinya orang-orang semuanya ribut (saling bertanya) siapakah kiranya yang akan mendapatkan bendera dari beliau. Keesokan hari orang-orang datang kepada Rasulullah Saw berharap mendapatkan bendera tersebut. Rasulullah Saw bertanya: “Di manakah Ali bin Abi Thalib?” mereka menjawab: “Ia sedang mengeluhkan kedua matanya (yang sakit)". Rasulullah Saw memerintahkan: “Suruh orang untuk membawanya kemari!” Sesudah Ali ra datang, maka  Rasulullah Saw langsung meludahi kedua matanya sehingga seketika matanya sembuh seperti tidak pernah sakit sebelumnya. Selanjutnya RasulullahSaw menyerahkan bendera kepadanya.

Ali ra lalu berkata (dengan penuh semangat): “Wahai Rasulullah, saya akan memerangi mereka (Yahudi Khaibar) sehingga mereka mau menjadi seperti kita” Rasulullah Saw bersabda: “Datanglah kepada mereka dan ajaklah kepada Islam, kabarkan kepada mereka akan hak Allah yang wajib mereka penuhi. Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada satu orang sebab dirimu maka itu lebih baik bagimu daripada memiliki unta yang kemerahan”

Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًي كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا...

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk maka baginya pahala seperti pahala-pahala para pengikutnya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka….”

Selain dorongan agar menyerukan kebaikan, secara tersirat hadits ini juga menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad Saw di mana beliau adalah manusia pertama yang menyerukan kebaikan kepada umat ini. Siapapun dari penyeru kebaikan yang mendapatkan poin pahala atas seruannya maka di sana pasti Rasulullah Saw juga mendapatkan poin. Akhirnya bisa difahami bahwa dalam setiap detik dan sepanjang waktu derajat beliau terus naik.

Baca Juga Tarbiyah Nabawiyah

Lantas kapankah kemudahan itu datang dan berapa lama lagi seorang juru dakwah harus menunggu kemenangan dan kesuksesan dakwah? Kemenangan akan datang ketika seorang juru dakwah sudah berada dalam kondisi  puncak kesengsaraan dan  tetes akhir kesabaran sebagaimana Allah berfirman: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” .

Dalam ayat lain disebutkan bahwa saat datangnya kemenangan adalah ketika seorang juru dakwah sudah tidak lagi berharap umat akan menerima dakwahnya.  ”Sehingga apabila para Rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para Rasul itu pertolongan kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa”


   =والله يتولي الجميع برعايته=

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.