Memasuki Surga dengan Rahmat Alloh, bukan dengan Amal

Memasuki Surga dengan Rahmat Alloh, bukan dengan Amal


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

 لن يدخل احدا عمله الجنة  قالوا : وﻻ أنت يا رسول الله ؟  قال : (وﻻ اناو إﻻ أن يتغمدني الله بفضل و رحمة فسددّوا وقاربوا
Nurul Haromain
“Amal siapapun tidak pernah bisa memasukkan dirinya ke dalam surga” Para Shohabat bertanya: "Tidak juga engkau wahai Rosululloh ?". Rosululloh bersabda : "tidak juga diriku, kecuali jika Alloh mencurahkan kepada diriku dengan anugrah dan rahmatnya. Maka carilah perbuatan yang benar dan jangan bertindak melampuai batas ...”

Tinjauan Kata Hadits

Di sini memakai huruf “لن” yang menggambarkan tidak adanya seorangpun yang bisa masuk surga karena Amalnya “يتغمدني”  bermakna ibarat pakaian : menutupi atau menyelimuti. Secara bahasa Indonesia, kata ini diberi makna menyirami rahmat. Kata ini  aslinya tidak sesuai dengan makna aslinya karena keterbatasan kosa kata dalam bahasa Indonesia.“فسددّوا” bermakna “carilah hal yang mendekatkan pada kebenaran dan beramallah dengan menjauhi sifat keterlaluan dan teledor”

Ma'na Hadits
Surga Sebagai rahmat Alloh. Di sini menggunakan redaksi “لن”  berarti yang memasukkan seseorang ke surga. Rosulullohpun mengakui bahwa “amal beliau tidak memasukkan beliau masuk surga tetapi selanjutnya dijelaskan dengan kalimat : illa antaghomadalloh, kecuali Alloh menyelimutiku dengan rahmatnya”. Lantas apa kita cuma menunggu rahmat Alloh tanpa beramal ? Apapun, seseorang yang ingin mendapatkan rahmat Alloh “haruslah beramal” (karena ada kalimat :  “ فسددّوا وقاربو”   dengan model mencari “sadad”. Di mulai dengan melakukan perkara dengan “sedengan”, ditengah-tengah. Jangan sampai keterlaluan ataupun teledor.

SEBAB AKIBAT
Dalam Surat Az Zuhruf (72) dan An Nahl (32) disebutkan :
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 


"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan."(Az Zukhruf : 72)

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".(An Nahl : 32)  

Secara dhohir tergambar, “disebabkan amal, kita mendapatkan balasan dari Alloh berupa surga”, apa ini berarti ada Kontradiksi atau pertentangan  antara Hadits dan Al Qur'an ?. Untuk memecahkan persoalan ini di mana secara dhohir terjadi pertentangan, maka harus dipadukan. Di mulai dari satu kalimat yang sangat mungkin menyenangkan Alloh SWT. Alloh juga telah menyiapkan “pencatatnya”, rekam kehidupan juga ada, timbangan juga ada. Dalam kasus ini berarti kembali pada kaidah “in khoiron fa khior”, bila ia melakukan kebaikan maka akan dibalas Alloh dengan kebaikan.


Di sisi lain terdapat cerita seorang yang tidak mempunyai kebaikan sama sekali tetapi masuk surga karena ia mempunyai amalan yang hanya dia dan Alloh yang tahu. Ia melakukan ibadah kasih sayang pada makhluk-Nya. Ketika seseorang memberikan kasih sayangnya pada orang lain berarti telah melakukan “tahalluq bikhuluuqillah”. Meniru shifat Alloh : Kasih sayang yang menjadikannya mendapat pengampunan dari Alloh.

Sebagai contoh dalam Basmalah  menggunakan ba' lil ilshoq, berarti selalu menyertakan nama Tuhannya dalam semua kondisi. Seseorang beramal atau belajar tetapi selalu menyertakan Alloh dalam kajian ilmunya. Dalam redaksi ayat ini menggunakan  Ba' Lil Ilshoq yang mana terkandung arti, yang menyebabkan turunnya rahmat Alloh berupa surga adalah beramal  dengan “alaman yang saddid”. Beramal dengan sebaik dan semaksimal mungkin.

Kesimpulan :

  • Hadits ini harus ditafsiri : amal dari sisi amal tidak bisa bermanfaat pada seseorang selama amalan nya tidak diterima Alloh. Siapa yang tahu diterima atau tidak ?. Semua kembali pada Rahmat Alloh. Bila ada “muhlikat” (perkara yang merusak amal seperti sombong, merasa paling benar, riya), maka tidak bisa amalnya diterima. “العمل منوط بالقبول” (. Terdapat riwayat hadits yang menerangkan : dipanggil 3 orang yaitu dari orang alim, hartawan dan mujahid dengan gigih. Mereka mendapatkan kalimat “bohong kamu (كَذَبْتَ)” dari Alloh karena si Alim mengajarkan ilmunya karena ingin mendapat nama orang alim semata bukan karena Alloh. Si Mujahid juga mendapat kalimat “bohong kamu” sebab ia tidak karena Alloh melainkan karena ingin mendapat gelar sujak (pemberani) sedangkan si Dermawan juga mendapat hal yang sama karena ingin mendapat gelar dermawan dari orang, semua bukan karena Alloh. Sebuah terapi bagi kita semua untuk meyakini bahwa “ﻻ سبيل الى الأمن” tidak ada jalan untuk merasa aman.
Contoh diterimanya Amalan adalah Baitulloh yang ditinggikan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Putranya). Buktinya sampai sekarang masuk banyak orang yang thowaf. Jadi : Amal di ayat ini adalah ayat yang diterima Alloh. Yaitu dari segi “العمل منوط بالقبول”, (amal yang diterima) .  Maka wajar bila seorang pelacur selamat karena amalannya (memberi minum anjing) diterima Alloh. Ada juga orang yang mendapatkan ampunan dari Alloh karena husnudhon pada Alloh di akhir hayatnya. Tidak mudah melakukan hal ini kecuali ia mempunyai
  • Taufiq untuk beramal dan hidayah untuk ikhlash adalah semata dari rohmat Alloh. Makanya bila amalnya karena ria/ meremehkan orang lain maka tidak ada artinya sama sekali di sisi Alloh. Jadi sah-sah saja bila dikatakan “bukan amalnya yang memasukkan surga” terapi karena “rahmat Alloh berupa taufiq untuk beramal dan hidayah untuk berbuat ikhlash”. Ini merupakan hal yang sulit untuk diprediksi.
  • Dari segi kalimat “ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ”   . maksudnya “masuklah surga kaitanya dengan derajat/tingkatan surga itu berbeda beda (sesuai amalannya). Berbeda level antara seorang yang “awal dan terdepan dalam ibadah” dari pada “orang yang ogah-ogahan beramal sholih”. Tetapi kembali lagi : bukan amalnya yang memasukkan surga melainkan rahmat dari Alloh semata di tambah lagi Khulud “Abadi” di surga sedangkan levelnya berbeda-beda tergantung amalnya.
Terdapat kelompok “Jabariyyah” yang berpendapat semua dari Alloh. Ia makan, minum, maksiat, ibadah adalah ketentuan dari Alloh. Ibarat kapas yang terhempas . Jangan sampai tertipu dengan golongan ini.
  • Level di surga Antara Suami dan Istri
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ  

"Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan".(Az Zukhruf : 70)  

Kembali pada Rahmat Alloh Ta'ala, harusnya secara jumlah amalan wanita tidak sebanyak lelaki, tetapi kenapa bisa masuk surga bersama-sama ?. Bukan ibadah sholatnya tetapi karena ibadah kasih sayangnya selama 24 jam. Pernah para shohabiyah komplen pada Rosululloh karena tidak punya kesempatan berjihad, sholat jamaah di masjid, sholat jum'ah dan amalan lain yang bisa dilakukan kaum lelaki. Karena Rahmat Alloh, maka “baiknya seorang istri dalam menyenangkan suaminya di rumah” bisa membandingi amalan lelaki.

  • Bila dihitung, kadar amalan manusia sangatlah kecil. Sementara surga adalah pahala yang tidak pernah ada akhirnya. Adalah sangat-sangat-sangat-sangat tidak sebanding dengan surga. Adalah tidak bisa dikatakan “surga adalah balasan dari amalnya tetapi itu merupakan rahmat dari Alloh”.
  • Seorang pekerja yang layaknya mendapat UMR, tetapi karena sifatnya yang menyenangkan orang tuannya dengan kesetiaan, kebaikan, kahalusan kemudian ia mendapatkan 100 M sebagai bonus. Bila “Ba'” di artikan sebagai “sababiyyah”, maka harusnya ia bekerja berapa di nilai berapa sesuai kesempatan.  Tetapi bukan karena amalnya ia mendapat bonus tetapi karena rahmatNya. Andai Hidup yang hanya 40 tahun, harusnya mendapat balasan 40 tahun di surga, tapi kenapa mendapatkan balasan selama-lamanya ?. “bagi seorang muslim, ia hidup dengan beriman 40,  andai ia hidup selamanya maka (secara fitrah) iman akan selalu berada di kalbunya.
Intermezzo :

Di jaman akhir, muncul korban doktrin yang membuat seseorang berani mengklaim seseorang masuk neraka. Memahami Islam tidak bisa hanya sekedar dengan akal tetapi juga harus dengan Hati.

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.