Sedekah Adalah Obat

Obat Sedekah

Pernahkah kita atau keluarga mengalami sakit? Jawabnya pasti semua orang pernah mangalami sakit baik ringan maupun berat. Ketika sakit kepala mayoritas orang segera mengingat bodrex, oskadon atau panadol. Begitu pula halnya apabila sakit, apalagi parah pasti semua segera berfikir untuk ke rumah sakit. Semua hal tersebut lumrah, meski bukan sebuah pilihan yang harus diambil karena memang pada kenyataannya masih ada sekian banyak model pengobatan yang secara nyata juga bisa menyembuhkan. Akan tetapi itulah paradigma dan peradaban masyarakat sekarang ini yang secara teori memang mendapatkan legitimasi dalam ajaran islam. Jika lapar maka harus makan, bila haus maka minum dan apabila sakit maka berobat. Ini adalah hal, sesuatu yang normal bagi semua orang. Meski demikian selain hal, ada pula maqam di atas normal (dalam arti yang positif). 

Nurul HaromainSemestinya orang tidak punya tidak dituntut bersedekah, akan tetapi jika ia memang bersedekah maka itu luar biasa, itu sedekah yang paling utama. Orang sakit semestinya berobat, akan tetapi ketika ia tidak berobat karena tingkat tawakkal yang tinggi maka itu sangat istimewa. Inilah yang terjadi pada diri Khalifah Rasulullah Saw, Abu Bakar As Shiddiq ra. ketika orang-orang menawarkan: “Wahai khalifah Rasulullah, apakah kami memanggil dokter agar melihat (memeriksa) anda?” Abu Bakar ra menjawab: “Dia telah melihatku” mereka bertanya: “Apa yang dikatakannya?” Abu Bakar ra berkata: “Sesungguhnya Aku bisa melakukan apapun yang Aku kehendaki” yaitu Allah. 

Kembali kepada hal, berupa usaha melakukan pengobatan jika mengalami sakit secara fisik, maka yang perlu diingat kembali bahwa selain obat-obatan kimia, herbal, zam-zam, madu, habbatussauda’, kurma, debu madinah  dll, juga ada Alqur’an, doa-doa yang secara langsung diajarkan Rasulullah Saw serta SEDEKAH seperti sabda beliau:

حَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَاسْتَقْبِلُوْا أَمْوَاجَ الْبَلَاءِ بِالدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ

“Bentengilah harta-harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit kalian dengan sedekah, dan sambutlah gelombang bencana dengan do’a dan tadharru’”

Kita mempercayai bahwa sedekah itu obat, ini sebuah keniscayaan karena disabdakan Rasulullah Saw. Akan tetapi barangkali kita masih harus belajar meyakini hal ini. Langkah belajar ini tentu saja dimulai lewat praktek secara langsung dengan menyisihkan sebagian anggaran pengobatan untuk bersedekah. Secara ilmiah mungkin belum bisa ditemukan korelasi sedekah dengan kesembuhan suatu penyakit, akan tetapi secara mudah bisa dijelaskan barangkali dengan sedekah tersebut Allah menunjukkan jalan bagi orang yang sakit menemukan obatnya secara nyata. Apalagi pada masa seperti sekarang ini yang dalam daftar medis ada sekian banyak penyakit yang masih belum ditemukan obatnya. Sementara Rasulullah Saw telah bersabda:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Bagi setiap penyakit  ada obatnya. Maka jika telah didapatkan obat penyakit niscaya penyakit itu sembuh dengan izin Allah azza wajalla”

Atau meski tanpa melakukan usaha pengobatan secara zhahir, sangat mungkin  hanya sedekah dengan niat mengobati suatu penyakit disertai kemantapan hati, Allah azza wajalla akan segera menyembuhkan penyakit tersebut sebagaimana kisah dari Hasan bin Syaqiq:
Aku mendengar (secara langsung) seseorang mengeluh kepada Abdullah bin Mubarak: “Luka di lutut saya ini sudah berumur tujuh tahun. Saya telah berusaha mengobatinya dengan berbagai macam pengobatan, dan saya juga sudah berkonsultasi dengan banyak dokter. Tapi sama sekali saya belum mendapatkan manfaat!”. Abdullah bin Mubarak lalu memberikan arahan: “Pergi dan carilah suatu lokasi di mana di situ banyak orang membutuhkan air. Lalu gali sumur di sana. Aku berharap di sana ada mata air dan Allah lalu menahan darah darimu (agar tidak keluar dari luka di lututmu!)” lelaki itu segera menjalankan petunjuk Abdullah bin Mubarak sehingga tidak lama kemudian lukanya sembuh.

Imam Hakim juga mengalami masalah dengan luka di wajahnya. Berbagai macam pengobatan sudah dilakukan tetapi tetap saja luka itu belum sembuh. Ia kemudian datang kepada Imam Abu Utsman As Shabuni di majlisnya pada hari jum’at guna meminta doa. Imam Abu Utsman pun mendoakan kesembuhan disertai bacaan amin dari banyak para hadirin. Pada jum’at berikutnya dalam majlis yang sama seorang wanita melemparkan sebuah kertas bertuliskan bahwa dirinya pada jum’at kemarin juga hadir kemudian kembali ke rumah dan secara serius berdoa untuk Imam Hakim. Pada malam harinya ia bermimpi Rasulullah Saw dan seakan beliau bersabda: “Katakan kepada Abu Abdillah (Imam Hakim) agar meluaskan air untuk kaum muslimin!” pesan itu segera disampaikan kepada Imam Hakim.

Imam Hakim pun lalu memerintahkan agar sebuah tempat air minum dibangun di depan rumahnya. Setelah pembangunan selesai maka segera diisi dengan air dan dicampur pula dengan es sehingga banyak orang pun akhirnya minum dari sana. Belum sampai seminggu hal itu berjalan, tanda-tanda kesembuhan sudah mulai tampak dan hilanglah luka di wajahnya sehingga wajahnya kembali bagus seperti semula.

Kisah Masa Kini

Kisah di bawah ini bisa anda dapatkan di dunia maya:

Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia. Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia. Pembantu ini adalah seorang wanita yang taat beragama.

Satu minggu setelah bekerja, majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan. Suatu waktu si Majikan memperhatikan kelakukan aneh si pembantu. Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama.

Dengan tutur kata yang lemah lembut si majikan bertanya: "Apa yang sebenarnya engkau lakukan di kamar mandi?" Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu. Si majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah dia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. "Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh karena tidak disusu oleh anak saya.". Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang  di kamar mandi.


"Subhanallah, anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda," Kata majikan. Ternyata majikannya tidak seburuk seperti yang diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga si majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya tiket pulang.

“Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu igin kembali bekerja kamu menghubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu!”

“Subhanallah, apa Ibu tidak apa-apa saya tinggal?” Si majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala bahwa "apa yang kamu tinggal lebih berharga daripada mengurus saya”. Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa. Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu orang yang sedang kesulitan. Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia. Sebulan kemudian dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaaan mendetail.  Tapi apa yang trejadi?

Dokter yang menanganinya tidak melihat ada penyakit seperti diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya. Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi kanker darah. Apa telah terjadi salah diagnosa?

Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa sebenanrnya yang telah dilakukan oleh pasien. Wanita itupun menjawab; "Saya tidak melakukan apa-apa dengan sakit saya, mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh, nyatanya setelah saya menolong hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup, saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi. Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air susunya dan dia sehat dan anaknya juga bisa sehat. Mungkin dengan itu akhirnya sakit saya sembuh dokter”

Dokter itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa sembuh karena ALLAH SWT memang menghendakinya.
Ya Allah…

= والله يتولي الجميع برعايته =

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.