Al Mukhtar Min Kalamil Akhyar

Al Mukhtar
Min Kalamil Akhyar

Islam selalu dikawal oleh 4 golongan , yaitu 1. kelompok Nabi yang sudah diakhiri oleh Nabi Muhammad, 2. Shiddiqin dari generasi Shohabat, Tabi'in dan Tabi'it Taabi'in, 3. Syuhada dan 4. Sholihin

مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا ٣٣:٢٣

"(Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa-apa yang telah mereka janjikan kepada Allah) yaitu gigih bertahan bersama dengan Nabi saw. (maka di antara mereka ada yang gugur) mati atau terbunuh di jalan Allah (dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu) hal tersebut (dan mereka sedikit pun tidak mengubah) janjinya, berbeda halnya dengan orang-orang munafik".(Al Ahzab : 23)

Nurul Haromain Diantara orang-orang  ada yang menepati janji pada Alloh atasnya. Di antara mereka ada yang mati sebagai syuhada' yang gugur dalam peperangan. Di antara mereka ada yang menanti-nanti (kesyahidan) tanpa mengantinya sama sekali .

Ayat ini turun saat perang Al Ahzab (Koalisi musuh). Disini diceritakan kesetiaan pasukan Islam yang mana ada yang gugur dalam perang sedangkan yang lain menanti kematian itu. Kitab “Al Mukhtar” ini diawali dengan ayat ini ditinjau dari keumuman Ayat dimana masih ada orang-orang yang sejati untuk memperjuangkan agama Alloh. Sebagai contoh, Abuya yang sudah meninggal digantikan oleh generasi berikutnya yang setia memperjuangkan agama dengan konsisten tanpa merubah syakilah (model) awal .

Semua yang kita dengar dari kitab ini kembali pada keberkahan dari Rosululloh  yang menyampaikan risalah agar kita 1. merujuk pada al Qur'an, 2. membersihkan diri (Tazkiyatun Nafsi atau ishlahus sariiroh). Di sini dipaparkan orang-orang yang bersih hatinya. Dalam istilah jawa : Ati seng ora ono balung eri .

Semoga dengan membaca kitab ini kita mendapat pencerahan pada hati dan jiwa kita.

Pengantar dari Abuya Ahmad

Sesungguhnya bagi orang-orang sholeh terdapat ucapan (Dawuh) dan kalimat yang bagaikan tentara-tentara Alloh. Bisa jadi Alloh membuka hati dari orang yang membacanya. Dengan ibarat dan berita mereka maka turunlah rohmah, melunakkan hati, hilanglah sifat alfa, lisan-lisan pengucapnya menjadi cahaya dari Alloh. Dengannya Alloh menyampaikan mereka pada level yang tinggi (Auliya').

Dibalik lembaran-lembaran membawa banyak obat penyakit hati dan badan sebab mereka adalah lampu-lampu petunjuk sebab mereka adalah para imam yang menjadi contoh, karena mereka menjaga batas-batas Alloh maka Alloh menjaga mereka. Mereka adalah orang yang ikhlas sehingga mendapatkan petunjuk dan ditambah lagi. Alloh membalas mereka karena ketaqwaan mereka . Alloh memberikan ilmu karena ketaqwaan  mereka.

“Serupailah orang-orang sholeh kalau bisa belum bisa menjadi sholeh sebab dengan menyerupai mereka adalah keberuntungan yang banyak”.

Tingkat mukmin seseorang adalah diantara Hamdalah dan syukurnya Bila kita bisa alhamdulillah dalam segala hal berarti kita adalah hamba yang dipilih Alloh (Al Hamduilillah 'ala kulli hall) . Butuh proses dan waktu panjang untuk mencapainya sebab berseberangan dengan dengan sifat dasar manusia yang suka mengeluh. Dimulai dari hal yang kecil . Itulah kenapa kita harus apel setelah sholat Magrib dan Subuh dengan “....bi yadihil khoir ....”, bukan hanya diucapkan tetapi juga harus dilakukan.
**
Kaidah tulung menthung ternyata berada di mana-mana. Ada seorang santri beliau yang sangat  kurang ajar dan memusuhinya. Kata Abuya “bila kamu punya santri lantas membenci dan mengolok-olokmu, maka jangan membencinya. Barang siapa datang padaku maka marhaban (aku rangkul), bila tidak mau ya sudah”.
**
Kaidah Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang  yang indah luar dan dalam.
**
Madrasah Dermawan

  • Sakho : terasa mengganjil kalau tidak nyenengno uwong dengan pemberian walau hanya sedikit dan menyisakan banyak untuk kita. Bila ada orang yang butuh, berilah walaupun hanya pada tukang parkir.
  • Juud : lomane akeh, nyisono sitik (banyak memberi dan menyisakan sedikit atau seperlunya).
  • I'sar : memberikan semua yang dipunya
Kaidah mudahnya kalau ingin hidup lancar dan barokah, seng lomano.


Nggelontor Hati Abina

Pernah suatu saat beliau disuruh ke Jakarta untuk mengambil uang ke dari Bank Amerika, tanpa mandi, pakai sarung dan sandal jepit untuk menggelontor hati.



Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.