Solusi Setiap Permasalahan

Sedekah itu Solusi


Hidup ini pasti suatu saat terkena masalah. Orang yang beriman kepada Allah diajarkan agar tidak sekedar mengandalkan kekuatan diri untuk bisa menyelesaikan masalah. Kita diajarkan agar berusaha maksimal menyelesaikan masalah seraya mengajari hati untuk berserah diri kepada Allah dan memohon kepadaNya agar memberikan pertolongan. Dalam syariat Islam, pertolongan Allah yang di antaranya berupa solusi atau jalan keluar dari masalah bisa didapatkan apabila seseorang melakukan hal-hal seperti berikut:
  • Menolong Allah
Allah berfirman:

...إِنْ تَنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ...

“…Jika kalian menolong Allah niscaya Allah menolong kalian…”

Nurul HaromainMaksudnya jika kita menolong agama Allah agar tetap tegak berdiri di muka bumi ini niscaya Allah akan memberikan pertolongan. Pejuang agama selama ikhlas tulus membela agama Allah pasti akan mendapatkan kemenangan. Pejuang agama yang menghabiskan waktu untuk menghidupkan agama Allah dan sibuk mengurus umat niscaya Allah akan selalu menolong kehidupannya. Ia tidak akan terjebak atau tersedak masalah pribadi dan keluarganya. Bukti nyata dari kesimpulan ini, boleh percaya boleh tidak, adalah cerita-cerita yang begitu biasa dan sering terjadi ketika saudara-saudara kita di JT (Jamaah Tabligh) sedang keluar untuk berdakwah (khuruj) dalam tempo yang cukup lama sehingga menurut pandangan umum keluarganya tersia-sia. Akan tetapi pertolongan Allah senantiasa datang terutama di saat-saat genting. Ada banyak cerita di mana keluarga yang ditinggalkan untuk khuruj, tiba-tiba saja mendapatkan rizki yang tidak disangka-sangka atau diselamatkan dari bencana yang melanda rumah-rumah di sekitarnya. 

  • Bertaqwa

Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah selalu menjadikan baginya jalan keluar dan selalu memberinya rizki dengan cara yang tidak disangkanya…”

Maksud jalan keluar adalah mendapatkan solusi dari segala hal yang menyusahkan. Ayat ini turun terkait dengan keluhan Auf bin Malik al Asyju’I ra kepada Rasulullah Saw: “Sesungguhnya musuh (kaum musyrik) telah menawan putera saya (Salim atau Abu Nuaim) sehingga ibunya kini sangat bersedih, lalu apakah yang engkau perintahkan kepadaku?” Rasulullah Saw bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah, dan aku perintahkan kamu dan isterimu agar memperbanyak membaca Laa haula walaa quwwata illaa billaah” setelah sampai di rumah, Auf segera menyampaikan pesan Rasulullah Saw kepada isterinya. “Betapa bagus apa yang diperintahkan oleh beliau” kata sang isteri. Mereka kemudian bersama memperbanyak membaca Laa haula walaa quwwata illaa billah”

Tidak lama kemudian puteranya datang di rumah dalam keadaan sehat sambil menaiki unta serta menggiring banyak sekali kambing, sekitar 4000 ekor kambing.  Salim bercerita, entah bagaimana, tiba-tiba saja musuh lengah sehingga ia bisa meloloskan diri. Ketika ditanya status kambing-kambing itu, Rasulullah Saw menyatakan bahwa itu halal dan bisa menjadi hak milik pribadi Salim. Akhirnya keluarga Auf yang sebelumnya miskin kini menjadi berkecukupan.

  • Menetapi atau memperbanyak Istighfar

Masalah sangat mungkin terjadi sebagai akibat dosa-dosa yang kita lakukan, karena itulah kita perlu memohon kepada Allah supaya memberikan ampunan dan memberikan rahmatNya berupa petunjuk solusi agar kita terbebas dari masalah. Allah berfirman:

...لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“…mengapa kalian tidak memohon ampunan (istighfar) kepada Allah agar kalian dirahmati (olehNya)”

Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ لَزِمَ الْإِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa menetapi istighfar maka Allah pasti menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, jalan selamat dari kesusahan, dan Dia pasti memberinya rizki dari arah yang tidak disangkanya”

Dan termasuk upaya mendapatkan solusi untuk bebas dari masalah adalah mengeluarkan sedekah sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

...وَآمُرُكُمْ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ مَثَلَ ذلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسَرَهُ الْعَدُوُّ فَأَوْثَقُوْا يَدَهُ إِلَي عُنُقِهِ وَقَدَّمُوْا لِيَضْرِبُوْا عُنُقَهُ, فَقَالَ: أَنَا أَفْدِيْهِ مِنْكُمْ بِالْقَلِيْلِ وَالْكَثِيْرِ فَفَدَي نَفْسَهُ مِنْهُمْ...

“...dan aku memerintahkan kalian supaya bersedekah karena sesungguhnya perumpamaan dari itu adalah seperti seseorang yang ditawan oleh musuh. Lalu mereka mengikat tangannya ke leher. Dan (saat) mereka membawanya untuk mereka penggal lehernya, ia lalu mengatakan: “Saya menebusnya (dirinya sendiri) dari kalian dengan  sedikit dan banyak (seluruh hartanya)”, maka ia menebus dirinya dari mereka...”

Dari kisah tiga orang yang terjebak dalam goa kita mendapatkan pelajaran bahwa amal kebaikan yang telah dilakukan bisa dijadikan sarana atau wasilah mendapatkan jalan keluar, maka dengan mengeluarkan sedekah kita bertawassul kepada Allah agar memberikan juga jalan keluar dari masalah yang melanda. Disebutkan bahwa:

Baca Artikel Lainnya : "Memuliakan Tetangga"

Seorang tabiin datang menghadap kepada Abu Hurairah ra. “Tolong doakan putera saya yang kini sedang berlayar di lautan karena saya sekarang merasa khawatir akan keselamatannya” permintaan ini dijawab oleh Abu Hurairah ra: “Kembali ke rumahmu, ambil sebagian yang paling bersih dari harta bendamu dan lalu sedekahkanlah kepada orang-orang miskin dengan niat menebus Zaid puteramu!”

Tabiin itu bergegas pulang ke rumahnya. Ia segera menyembelih seekor kambing dan membeli banyak roti. Selanjutnya ia membagikannya kepada orang-orang miskin sambil berdoa: “Ya Allah, ini adalah tebusan Zaid puteraku dari bencana”

Sementara itu di tengah lautan yang luas, sebuah perahu tengah bergerak-gerak dengan keras mengikuti irama ombak yang begitu besar. Nyaris perahu itu pecah dan tenggelam. Ketika itulah muncul para lelaki berbaju putih berwajah tampan seakan mereka memikul perahu di atas laut sambil mengucapkan: “Ingat, tebusan diterima dan Zaid diselamatkan”, dan lalu mereka membawa perahu itu berlabuh di pantai sebuah pulau.

Para penumpang pun mencatat hari dan tanggal kejadian tersebut. Dan ternyata (setelah sampai di rumah), mereka baru mengetahui bahwa hari dan tanggalnya  bertepatan dengan hari dan tanggal di mana ayah Zaid mengeluarkan sedekah tebusan.

Sedekah adalah solusi, sedekah bisa dilakukan ketika kita berada dalam kesulitan. Hal ini secara tersirat bisa kita fahami dari redaksi firman Allah azza wajalla:

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللهُ  لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا مَا أَتَاهَا سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Hendaklah orang yang memiliki keluasan (rizki) berinfaq dari keluasan rizkinya itu. Dan barang siapa disempitkan rizkinya maka hendaklah ia berinfaq dari apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya. Allah tidaklah memaksa seseorang kecuali sesuai dengan apa yang telah diberikan olehNya kepada orang itu. Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan”

Selain menetapkan bahwa berinfaq (bersedekah) diperintahkan kepada orang yang luas rizkinya (orang kaya), ayat ini juga menegaskan bahwa infaq (sedekah) juga diperintahkan oleh Allah kepada orang yang sempit rizkinya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Selanjutnya setelah itu Allah menyebutkan akan memberikan kemudahan setelah kesulitan yang maknanya bahwa infaq (sedekah) adalah jalan menuju kemudahan, cara mendapatkan solusi dari Allah azza wajalla.

= والله يتولي الجميع برعايته =

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.