Khatam Alqur’an Setiap Lima Hari

Khatam Alqur’an Setiap Lima Hari


Abdullah bin Amar bin Ash ra, tercatat dalam sejarah lebih dahulu masuk islam daripada sang ayah, Amar bin Ash ra.

Nurul HaromainAbdullah dikenal sebagai seorang sahabat yang sangat gemar dan kuat dalam menjalankan berbagai macam ritual ibadah. Sampai suatu ketika Rasulullah Saw datang di rumahnya dan bertanya: “Wahai Abdullah, sungguh aku mendengar kabar bahwa kamu shalat semalam suntuk dan setiap hari berpuasa!?” Abdullah menjawab: “Saya memang melakukan hal demikian, wahai Rasulullah” Rasulullah Saw bersabda: “Sebenarnya sudah cukup bagimu berpuasa tiga hari dari setiap bulan, ternyata kamu justru berpuasa sepanjang tahun” Abdullah berkata: “Sungguh saya memang kuat menjalankan lebih dari itu wahai Rasulullah” Rasulullah Saw bersabda: “Puasa yang paling benar di sisi Allah adalah puasa Dawud alaihissalam”

Demikianlah semangat Abdullah bin Amar bin Ash ra dalam beribadah. Dan ternyata bukan hanya shalat malam dan berpuasa di siang hari. Abdullah juga sangat gemar membaca dan mengkhatamkan kitab suci Alqur’an. Suatu hari ia datang dan berdialog dengan Rasulullah Saw:

Abdullah           : “Wahai Rasulullah, dalam berapa hari saya membaca (khatam) Alqur’an?”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam sebulan!” 
Abdullah           : “Saya mampu lebih dari itu” 
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam dua puluh hari” 
Abdullah           : “Saya mampu lebih dari itu” 
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam lima belas hari”
Abdullah           : “Saya mampu lebih dari itu”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam sepuluh  hari”
Abdullah           : “Saya mampu lebih dari itu”
Rasulullah Saw : “Khatamkanlah (sekali) dalam lima hari”

Abdullah menceritakan: “Maka Rasulullah Saw tidak memberiku lagi kemurahan" .

Kegemaran beribadah ternyata tidak mengurangi semangat Abdullah dalam mencari ilmu. Ia bahkan senantiasa mencatat segala yang pernah didengarnya dari Rasulullah Saw. Abu Hurairah ra bersaksi: “Tidak ada seorang pun yang lebih banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah Saw daripada diriku kecuali Abdullah bin Amar bin Ash ra; ini karena dia senantiasa menulis, sedangkan aku tidak demikian”.

Baca Artikel Lainnya : "Berkata Baik atau Diam"


Meski termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, akan tetapi riwayat dari Abdullah relatif lebih sedikit karena beliau tinggal di Mesir, sedikit orang-orang yang datang ke sana kala itu. Sementara Abu Hurairah tinggal di Madinah yang menjadi tempat tujuan banyak orang. 
Termasuk ilmu Abdullah bin Amar adalah ilmu tentang perumpamaan-perumpamaan (matsal). Beliau mengatakan: “Aku menghafal dari Rasulullah Saw seribu perumpamaan”.

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.