Kesejukan di Alam Kubur

Sedekah,
Kesejukan di Alam Kubur


Abu Muhammad Abdul Haqq seperti disebutkan oleh Imam Al Qurthubi dalam at Tadzkirah menjelaskan: "Ketahuilah bahwa siksa kubur bukan khusus bagi orang kafir dan munafiq saja. Sebagian orang beriman juga merasakan siksa kubur sesuai dengan amal perbuatan dan kesalahan yang dilakukan". Di antara dosa yang menyebabkan seorang muslim harus merasakan siksa kubur adalah:

1.  Tidak membersihkan diri setelah buang air kecil serta suka mengadu domba dan menggunjing Ibnu Abbas ra meriwayatkan: Rasulullah Saw melewati dua makam. Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya benar-benar disiksa. Mereka tidak disiksa karena dosa besar. Ia, (mereka disiksa karena dosa besar). Salah satu mereka suka mengadu domba. Dan satunya lagi tidak membersihkan diri karena buang air kecil” Lalu Rasulullah Saw mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua, kemudian menancapkan satu persatu di atas kubur. Selanjutnya beliau bersabda: “Semoga keduanya diringankan siksa selama kedua pelepah ini belum kering”.

Dalam jalur riwayat lain disebutkan kisah Abu Bakrah ra: "Saat aku sedang berjalan bersama Rasulullah Saw sambil beliau menggandeng tanganku dan seorang lelaki (lain) di sebelah kiri beliau.  Lalu kami mendapati dua makam (yang masih baru) berada di depan kami". Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya keduanya benar-benar sedang disiksa, keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Ia, karena dosa besar. Lalu siapa di antara kalian yang mau membawakan kepadaku sebuah pelepah kurma?!” kami berdua bergegas dan akupun bisa mendahuluinya (lelaki lain) mendapatkan pelepah dan lalu memberikannya kepada beliau Saw. Oleh beliau pelepah itu dibelah menjadi dua dan lalu menancapkan sebagian pada satu makam dan sebagian lain pada makam satunya. Beliau Saw lalu bersabda:

إِنَّه لَيُهَوَّنُ عَلَيْهِمَا مَا كَانَتَا رَطْبَتَيْنِ وَمَا يُعَذَّبَانِ إِلَّا فِى الْبَوْلِ وَالْغِيْبَةِ

“Sungguh keduanya mendapatkan keringanan siksa selama kedua pelepah itu masih basah. Dan kedua orang itu tidaklah disiksa kecuali karena buang air (tidak membersihkan diri atau sembarangan) dan menggunjing” 
Nurul Haromain
Keyakinan bahwa siksa kubur itu ada dan salah satunya karena buang air sembarangan atau tidak membersihkan diri setelahnya ternyata juga diyakini oleh orang-orang yahudi. Aisyah ra meriwayatkan: "Seorang wanita Yahudi datang kepadaku dan mengatakan" : “Sesungguhnya siksa kubur adalah karena buang air (sembarangan)” aku berkata: “Kamu berbohong” ia berkata: “Ia, memang begitu. Sungguh kami harus menggunting (memotong) kulit dan baju yang terkena urine” Rasulullah Saw pun keluar untuk shalat dan setelah selesai (beliau kembali dalam suasana) suara kami yang keras. Beliau bertanya: “Ada apakah ini?” akupun memberitahukan ke beliau tentang pernyataan si wanita Yahudi. Beliau Saw lalu bersabda: “Ia memang benar”.

2) Korupsi (Ghulul) Abu Hurairah ra meriwayatkan: "Kami berhasil menaklukkan Khaibar dan sama sekali tidak mendapatkan jarahan emas atau perak. Kami hanya mendapatkan jarahan berupa sapi, unta dan barang perabotan…kami pun bergerak menuju Wadil Quro bersama Rasulullah Saw yang dilayani oleh seorang budak bernama Mid’am yang dihadiahkan oleh salah seorang dari suku Bani Dhabab.Maka ketika Mid’am sedang menjahit pelana kuda untuk Rasulullah Saw, tiba-tiba sebuah anak panah liar menyasar (dan membunuhnya)". Orang-orang berkata: “Sungguh beruntung, ia mendapatkan surga” Rasulullah Saw lalu bersabda: “Tidaklah demikian halnya. Demi Dzat yang diriku berada dalam kuasaNya, sesungguhnya sebuah mantel yang ia ambil dari harta jarahan Khaibar yang belum sempat dibagi benar-benar menyalakan api atas dirinya”

Mendengar hal tersebut, sebagian orang kemudian ada yang datang membawa (mengembalikan) satu tali sandal dan sebagian lain membawa dua tali sandal kepada Nabi Saw. Beliau Saw pun bersabda: “Satu tali sandal dari api dan dua tali sandal dari api”

Selain karena dosa-dosa di atas, juga disebutkan bahwa seseorang di kubur mendapatkan siksa karena dosa seperti berzina, melakukan riba, tidak memenuhi hak-hak shalat dan tidak mengeluarkan zakat. Artinya ada banyak perbuatan yang menjadi sebab siksa kubur sehingga Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita perlunya memohon perlindungan dari siksa kubur di atas dalam setiap shalat sesudah tahiyyat dan sebelum salam.

Baca Artikel Lainnya : "Ingatlah Kenikmatan yang Kita Terima"


Betapapun ada banyak perbuatan yang menyebabkan siksa kubur, secara jelas disebutkan pula oleh Rasulullah Saw bahwa ada hal-hal atau amalan tertentu yang menyebabkan seseorang terlindungi dari siksa kubur yang di antaranya mati syahid,  mati hari jum’at,  meningal karena sakit perut,  dan membaca surat al mulk setiap malam. Dan termasuk amal pelindung dari siksa kubur adalah sedekah. Uqbah bin Amir ra meriwayatkan sabda Rasulullah Saw:

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ عَنْ أَهْلِهَا حَرَّ الْقُبُوْرِ...

“Sesungguhnya sedekah benar-benar bisa memadamkan panasnya kubur dari pemiliknya…”

Mengomentari hadits ini, Abuya Prof Dr As Sayyid Muhammad al Maliki menuliskan: "Maknanya bahwa sesungguhnya Allah menolak panas kubur dengan sedekah di mana hal itu terjadi sebelum hari kiamat yang berarti ini menjadi dalil bahwa manfaat sedekah mencakup tiga alam; alam dunia, alam akhirat dan alam barzakh".

Dalam hadits ini juga tidak ada penegasan bahwa sedekah yang berfungsi seperti tersebut harus dikeluarkan oleh orang yang bersangkutan, melainkan bagi pemilik sedekah yang artinya bisa memiliki hasil kerja sendiri atau hasil pemberian orang lain. Ini artinya hadits ini juga menjadi pendukung hadits-hadits lain yang  mengajarkan agar seorang yang masih hidup rajin bersedekah dan menghadiahkan pahalanya untuk keluarga yang sudah terlebih dahulu meninggal dunia.

Seseorang datang dan bertanya kepada Nabi Muhammad Saw: “Sesungguhnya ibu saya telah wafat. Dan saya meyakini bahwa andai saja bisa berbicara (masih hidup) maka beliau pasti bersedekah. Apakah beliau memperoleh pahala jika saya bersedekah untuknya?” beliau Saw bersabda: “Ia,”

Ketika sang ibunda wafat, Saad bin Ubadah ra kebetulan sedang tidak berada di rumah. Ia lalu datang kepada Rasulullah Saw dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu meninggal saat sedang tidak di rumah. Apakah beliau mendapat manfaat bila saya bersedekah untuk beliau?” Rasulullah Saw bersabda: “Ia,” Saad bin Ubadah ra lalu berkata: “Maka saksikanlah oleh engkau bahwa kebun kurma saya yang subur itu sebagai sedekah untuk ibuku”.

Pentingnya sedekah bagi kehidupan di alam barzakh dan perlunya seorang yang masih hidup berbakti kepada orang yang sudah meninggal dunia dengan bersedekah juga bisa kita ambil pelajaran dari pernyataan seorang tabiin Makkah bernama Thawus bin Kaisan:

إِنَّ الْمَوْتَي يُفْتَنُوْنَ فِى قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا وكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أَنْ يُطْعَمَ عَنْهُمْ تِلْكَ الْأَيَّامَ

“Sesungguhnya orang-orang yang meninggal diuji dalam kubur mereka selama tujuh hari sehingga mereka senang apabil ada makanan yang disedekahkan untuk mereka pada hari-hari itu”

= والله يتولي الجميع برعايته =



Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.