Domba Abi Qarshafah ra

Domba Abi Qarshafah ra

Anak Yatim itu biasa dipanggil Abi Qarshafah. Ia tinggal bersama ibu dan bibinya. Sehari-hari pekerjaannya adalah menggembalakan domba-domba yang menjadi penopang kehidupan mereka. Karena khawatir keponakannya terpengaruh oleh agama baru yang dibawa oleh Muhammad Saw, sang bibi yang sangat dekat melebihi ibunya sendiri berpesan setiap pagi saat bocah itu hendak berangkat menggembalakan domba-dombanya: “Wahai anakku, jangan sampai kamu bertemu dengan lelaki ini (Rasulullah Saw) karena ia akan menyesatkan dirimu!”

Larangan ini justru membuat Abu Qarshafah penasaran sehingga pada suatu hari ia meninggalkan domba-dombanya begitu saja di padang gembala. Ia lalu datang kepada Rasulullah Saw untuk mendengarkan ajaran-ajaran beliau sampai sore hari. Setelah itu iapun pulang. Bibinya yang melihat domba-dombanya kurus dan kantong susu yang kering bertanya: “Mengapa domba-domba kita susunya kering?” Abu Qarshafah menjawab seenaknya: “Entahlah, saya juga tidak mengerti”.

Nurul HaromainEsok harinya, kejadian serupa juga terjadi. Abu Qarshafah membiarkan domba-dombanya menggembala tanpa pengawalan. Ia kembali datang mendengarkan kalimat-kalimat indah dari Rasulullah Saw. Pada sore hari, iapun pulang dengan domba-dombanya yang kelihatan semakin kurus dan kering kantong susunya. Saat bibinya kembali mempertanyakan, Abu Qarshafah juga memberikan jawaban yang sama dengan hari kemarin; “Entahlah, saya juga tidak mengerti”.

Pada hari ketiga, setelah menggiring domba-domba ke tempat penggembalaan, Abu Qarshafah lalu datang dan mendengarkan ayat-ayat Alqur’an serta sabda-sabda Rasulullah Saw sehingga hatinya semakin mantap untuk memeluk islam. Setelah bersyahadat dan berbaiat dengan menjabat tangan Rasulullah Saw, Abu Qarshafah mengadukan permasalahannya. 

Baca Artikel Lainnya : "Menanam, Berwirausaha dan Berdakwah di Sekolah"


Mendengar keluhan Abu Qarshafah Rasulullah Saw lalu bersabda: “Bawalah domba-dombamu kemari!”. Selanjutnya setelah domba-domba itu datang, maka Rasulullah Saw mengusap satu persatu punggung dan kantong susunya sehingga domba-domba itu mendadak gemuk dan kantong susunya penuh.

Sesampai di rumah, tentu saja sang bibi memberikan pujian: “Beginilah semestinya menggembala wahai anakku!”. Abu Qarshafah yang sudah tidak mampu lagi menahan diri akhirnya berterus terang. Ia menceritakan segala yang terjadi selama tiga hari ini kepada ibu dan bibinya. Mendengar cerita anak mareka kedua orang itu berkata: “Bawalah kami kepadanya!” akhirnya mereka berdua datang untuk  masuk islam, bersyahadat, berjabat  dan berbaiat kepada Rasulullah Saw .

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.