Sedekah di Hari Jum’at

Sedekah di Hari Jum’at


Hari jum’at adalah hari paling mulia di antara tujuh hari sebagaimana dijelaskan Rasulullah Muhammad Saw:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْـجُمْعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْـجَنَّةَ وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْـجُمْعَةِ
Sedekah di Hari Jum’at
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari jum’at; di hari itu Adam diciptakan, di hari itu ia dimasukkan surga, di hari itu ia dikeluarkan dari surga, dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at” 

Agar umat Islam menghargai dan menghormati kemuliaan hari jum’at, maka ada sekian banyak hal yang mesti dilakukan, di antaranya;

1. Menjalankan shalat jum’at berikut semua sunnah dan adabnya seperti mandi besar, berpakaian putih, memakai minyak wangi dsb, bagi lelaki dewasa yang sehat dan tidak sedang dalam bepergian.
2. Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. 

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْـجُمْعَةِ فَأَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ...

“Sesungguhnya termasuk hari-hari kalian yang paling utama adalah hari jum’at, maka perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karena sesungguhnya shalawatmu ditampakkan kepadaku…” 
3. Membaca surat Yasin, Hamim Ad Dukhan, dan al Kahfi. Khusus al Kahfi maka memiliki faedah terjaga dari segala fitnah terutama fitnah agama. Jadi dengan berkah membaca al Kahfi pada malam atau hari jum’at, seorang muslim bisa mendapatkan jaminan selamat dari fitnah agama seperti fitnah syi’ah, fitnah wahabi, fitnah Islam liberal dsb. Inilah salah satu kesempatan membuktikan kemukjizatan Alqur’an. Rasulullah Muhammad Saw bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْـجُمْعَةِ فَهُوَ مَعْصُوْمٌ إِلَى ثَمَانِيَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ وَإِنْ خَرَجَ الدَّجَّالُ عُصِمَ مِنْهُ

“Barang siapa membaca surat al kahfi pada hari jum’at maka dia terjaga dari segala fitnah selama delapan hari. Jika pada hari-hari itu Dajjal muncul maka ia terjaga dari fitnah Dajjal” 
4. Memperbanyak amal-amal kebaikan dan berusaha untuk tidak melakukan keburukan karena pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan begitu pula dosa kemaksiatan. Abu Said ra berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa kebaikan dilipatgandakan dan keburukan juga dilipatgandakan pada hari jum’at” 
5. Secara khusus kebaikan yang pasti harus dilakukan adalah sedekah. Dan barangkali sudah biasa bersedekah setiap hari, maka khusus pada hari jum’at menambah nilai sedekah. Kaab berkata:

الصَّدَقَةُ تُضَاعَفُ يَوْمَ الْـجُمْعَةِ

“Sedekah dilipatgandakan pada hari jum’at” 

Ibnu Umar ra berkata:

Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa berpuasa pada hari rabu, kamis dan jum’at kemudian bersedekah pada hari jum’at dengan harta benda yang dimiliki baik sedikit atau banyak, maka diampuni baginya semua dosa sehingga ia menjadi seperti pada hari sang ibu melahirkannya” 

Disebutkan pula bahwa Ibnu Abbas ra sangat gemar berpuasa pada hari rabu, kamis dan jum’at serta mengabarkan bahwa Nabi Saw telah memberikan perintah supaya hari-hari itu diisi dengan berpuasa, dan agar pada hari itu diisi dengan sedekah harta baik sedikit maupun banyak karena sesungguhnya Allah memiliki anugerah yang besar.


Baca Artikel Lainnya : "Sholawat Masyisyiyah"


Tiga riwayat di atas kiranya cukup menjadi landasan bagi kita untuk belajar memperbanyak sedekah pada hari jum’at dan mentradisikannya dalam komunitas sekitar kita. Pada sebagian sekolah, alhamdu lillah, tradisi sedekah jum’at sudah berjalan sejak sekian tahun lamanya. Bahkan ada istilah jum’at sejahtera di mana masing-masing anak secara bergantian membawa makanan ke sekolah untuk dimakan bersama teman dan gurunya. 

Dan pada komunitas lain di sebuah desa yang setiap malam jum’at ada anak-anak kecil di masjid atau mushalla berkumpul untuk membaca Alqur’an, bershalawat dan berdzikir, seseorang kemudian datang membagikan uang seribu atau dua ribu kepada setiap anak. Kebiasaan ini selain mengisi hari jum’at dengan sedekah juga sekaligus usaha untuk membuat hati anak-anak bergembira di mana aktivitas menyenangkan anak-anak ini disukai oleh Allah azza wajalla sehingga Allah menyiapkan pintu al farah, sebuah pintu surga yang secara khusus dimasuki oleh seorang muslim yang sewaktu hidup di dunia suka menyenangkan hati anak-anak.

Kelima hal di atas  dan juga barangkali kebaikan yang lain, perlu dilakukan supaya hari jum’at betul-betul maksimal untuk kebaikan dan sedikitpun tidak ada waktu untuk hal yang tidak berguna apalagi yang bernilai dosa, sebab hari jum’at adalah penghulu hari-hari yang karena itu juga menjadi standar kebaikan hari-hari lain. Aisyah ra meriwayatkan sabda Rasulullah Saw:

إِذَا سَلِمَتِ الْجُمْعَةُ سَلِمَتِ الْأَيَّامُ

“Jika hari jum’at selamat, maka selamatlah hari-hari (yang lain)” 

Pada riwayat lain disebutkan sabda Rasulullah Saw:

إِذَا سَلِمَتِ الْجُمْعَةُ سَلِمَتِ الْأَيَّامُ وَإِذَا سَلِمَ رَمَضَانُ سَلِمَتِ السَّنَةُ كُلُّهَا

“Jika hari jum’at selamat maka selamatlah seluruh hari. Dan jika ramadhan selamat maka selamatlah seluruh tahun”  

Sedekah Jum’at untuk Mendapatkan Hajat

Imam al Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin  menjelaskan:  "Sedekah pada hari ini secara khusus (hari jum’at) sangat dianjurkan (mustahabbah) karena pahalanya berlipat ganda". Selanjutnya beliau menukil dua atsar:


  • Ka’bul Ahbaar berkata:

"Barang siapa menghadiri shalat jum’at kemudian setelah selesai ia lalu bersedekah dua sesuatu (barang)  yang berbeda. Setelah sampai di rumah ia melakukan shalat dua rakaat seraya menyempurnakan ruku’, sujud dan khusyu’nya, kemudian berdo’a:

أَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ الَّذِي لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

Maka ia tidak memohon sesuatu kepada Allah, kecuali pasti Allah akan memberikannya"


  • Sebagian ulama salaf berkata:

"Barang siapa memberi makan orang miskin pada hari jum’at. Lalu berangkat pagi-pagi (menuju shalat jum’at) dan sama sekali tidak menyakiti orang lain. Kemudian ketika Imam Salam ia berdoa:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ أَسْأَلُكَ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ وَتُعَافِيَنِيْ مِنَ النَّارِ

Kemudian ia berdo’a sesuai yang diinginkan, maka pasti ia akan dikabulkan".


= والله يتولي الجميع برعايته =


Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.