Sedekah Pagi Bencana Pergi

Sedekah Pagi Bencana Pergi


Pagi hari adalah waktu yang sangat spesial bagi kehidupan seorang muslim. Ia bisa mengikuti shalat subuh berjamaah di masjid atau mushalla. Membaca Alqur’an dan bacaan-bacaan dzikir sehingga terbit matahari. Lalu melaksanakan shalat Isyraq dan Dhuha. Dengan begitu mendapatkan anugerah besar Allah berupa dosa-dosa diampuni meski sebanyak buih di lautan,  sama dengan memerdekakan empat orang budak dari anak keturunan Nabi Ismail as, kulitnya tidak akan tersentuh api neraka dan bahkan akan semakin bagus kulitnya, surga pasti baginya serta mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna. Nabi Saw bersabda yang artinya:  

“Barang siapa shalat subuh berjamaah kemudian tetap (berada di tempat shalatnya) sampai ia shalat dhuha maka pasti baginya pahala orang yang berhaji dan orang yang berumrah, sempurna baginya umrah dan hajinya” 

Bahkan barang siapa berhasil melakukan hal tersebut maka insya Allah akan dimudahkan dan diperbanyak rizkinya oleh Allah pada hari itu. Kesimpulan ini bisa kita ambil dari sabda Rasulullah Saw: 

الثَّابِتُ فِى مُصَلَّاهُ بَعْدَ صَلاَة ِالصُّبْحِ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّي تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَبْلَغُ فِى طَلَبِ الرِّزْقِ مِنَ الضَّرْبِ فِى الْآفَاقِ

“Seorang yang tetap berada di mushollanya setelah shalat subuh sambil berdzikir kepada Allah ta’ala sampai matahari terbit itu lebih kuat mencari rizki daripada bepergian di muka bumi”  (HR Dailami no 2556)

Selain melakukan ritual di atas, Rasulullah Saw juga memberikan bimbingan kepada umat agar menyempatkan dan mentradisikan bersedekah di waktu pagi. Beliau bersabda: 

بَاكِرُوْا بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ اْلبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّاهَا

“Berpagi-pagilah dalam bersedekah karena sesungguhnya bencana tidak bisa melangkahinya!” 

Maknanya sedekah bisa menjadi bendungan besar di depan bencana, maka bencana itu tidak akan bisa melewatinya. “Sedekah bisa mencegah 70 macam bencana (di mana) yang paling ringan adalah penyakit lepra dan belang”   “Sedekah bisa menutup 70 pintu keburukan”  tentu saja angka 70 di sini bukan sebagai kepastian, melainkan hanya sekedar memberitahukan bahwa ada banyak sekali keburukan yang dihindarkan dari orang yang bersedekah. Karena itu waktu pagi secara khusus dianjurkan supaya diisi dengan sedekah karena akan banyak aktivitas yang dijalani dan luas pula ruang dunia ini yang akan dijelajahi oleh seseorang di luar rumahnya dari waktu pagi hingga sore hari yang tentunya dalam rentang waktu dan bentang ruang dunia tersebut bencana bisa saja datang di mana tak ada daya upaya dari seseorang untuk mencegah dan menghindarinya. Maka ia perlu jaminan penjagaan dari Allah melalui bersedekah pada pagi hari. Dalam riwayat lain disebutkan sabda Rasulullah Saw:

Sedekah Pagi Bencana Pergiالصَّدَقَاتُ باِلْغَدَوَاتِ يَذْهَبْنَ بِالْعَاهَاتِ

“Sedekah-sedekah pagi bisa mengilangkan bencana-bencana” 

Nabi Saw bersabda:

Seorang lelaki dari umat sebelum kalian biasa mendatangi sarang seekor burung. Setiap kali burung itu beranak maka ia mengambil kedua anaknya. Akhirnya burung itu mengadu kepada Allah, (ia menuntut dan bertanya) "apakah tindakan Allah terhadap lelaki tersebut?!” Allah lalu berfirman: “Jika lelaki itu kembali lagi maka Aku akan mencelakakannya” 


Baca Artikel Lainnya : "Malam Pertama di Surga"


(pada saatnya) ketika burung itu telah beranak lagi maka si lelaki tersebut keluar dari rumahnya (menuju sarang burung) sebagaimana biasa ia keluar. Di tengah jalanan desa, lelaki itu bertemu dengan seorang peminta. Ia lalu memberinya sebuah roti yang semestinya untuk dirinya makan siang. Ia pun meneruskan langkah menuju sarang (di atas sebuah pohon.). Ia lalu memasang tangga dan kemudian mulai memanjat. (berhasil), ia lalu mengambil dua anak burung sementara kedua induknya hanya bisa melihat. Maka kedua induk itu berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji. Sungguh Engkau telah berjanji kepada kami bahwa Engkau akan mencelakakan orang ini jika masih kembali. Dan sungguh kini ia telah kembali mengambil dua anak kami, tapi Engkau tidak mencelakainya” Allah pun mewahyukan kepada kedua induk itu: “Apakah kalian berdua tidak mengerti bahwa Aku tidak akan mencelakai dengan kematian buruk, seseorang yang telah  mengisi harinya dengan sedekah?!”

Abuya As Sayyid Muhammad al Maliki menjelaskan:

Jadi sedekah adalah sebaik-baik penolak bencana. Ini semua adalah dengan izin Allah. Dia Maha Menolak Maha Pemberi manfaat. Sedekah dan lainnya hanyalah sarana-sarana (Asbab). Jika memang bencana dan keburukan sebagai Qadha’ dan takdir Allah, maka sesungguhnya sedekah bisa menolak bencana juga dengan Qadha’ dan takdir Allah. Begitulah Nabi Saw mengabarkan kepada kita, beliau tidak berkata atas dasar keinginan tetapi karena wahyu yang diwahyukan. Dzat yang mentakdirkan bencana Dia pula yang mentakdirkan bahwa sedekah bisa menolak bencana.

=والله يتولي الجميع برعايته=

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.