Pilar-Pilar Dakwah

Pilar-Pilar Dakwah


Sebuah dakwah yang benar itu tidak datang dengan tiba-tiba tetapi dengan perjuangan dan proses dan dengan sebuah tekad yang kuat. Maka dari itu jangan menjadi seorang wali dahulu sebelum berjuang dijalan dakwah. Seorang prajurit yang hebat adalah ketika ia menggerakkan semua potensinya. Sebagaimana Sahabat Rosululloh yang mempunyai banyak potensi yang besar yang terkumpul pada diri mereka.  

Sayyidina Kholid bin Walid berkata : “Saya telah bertempur seratus kali lebih, dan tidak ada didalam tubuhku ini kecuali semua ada luka, tusukan pedang, tombak dll”

Terkadang dalam berdakwah hal-hal yang tidak kita harapkan biasanya datang secara tiba-tiba dan sebaliknya. Sekali keluar dalam berdakwah maka itu merupakan hal yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Adapun adab berdakwah mnurut Abyuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki adalah menjaga diri dari sifat Toma’ (Sifat yang mengharapkan sesuaatu imbalan).

Dakwah juga mempunyai pilar-pilar yang sangat kuat dan strategis untuk berlangsungnya dakwah tersebut, apa saja pilar-pilar tersebut ?

1. Ilmu yang bermanfaat (العلم النلفع)
2. Amal Sholeh (العمل الصالح)  Imam As Suyuthi mengumpulkan amal-amal sholeh yang bisa diteruskan oleh keluarga, anak-anaknya dan kerabat-kerabatnya dan dikumpulkan menjadi beberapa bait syi’ir :

الإمام السيوطي  

اذا مات ابن ادم ليس يجري #  عليه من خصال غير عشر

علوم بثها ودعاء نحبل # و غرس النخل و الصدقات تجري

وراثة مصحف و ربا ثغر # و حفر البئر و اجراء النهر 

و بيت للغريب بناه يأوي # اليه او بناء محل الذكر

و تعليم لقرآن كريم # فخذها من احاديث  



Ketika seorang anak manusia telah meninggal maka semua amalnya tidak akan mengalir ke padanya kecuali : 
a) Ilmu yang disebarkan olehnya
b) Doanya keturunan
c) Menanam Tumbuhan atau pepohonan
d) Sedekah
e) Mewariskan Sebuah Mushaf AL-Qur’an
f) Menjaga
g) Menggali Sumur
h) Mengalirkan Sungai atau Irigasi
i) Rumah Untuk para Musafirin
j) Membangun tempat untuk berdzikir
k) Mengajar Al-Qur’an

Cerita-Cerita

Ada seorang dai yang sudah menjadi seorang kyai besar, ditengah-tengah perjalanan di dalam mobil, kopyah yang beliau pakai dilepas. Kemudian didepan jalan ada seorang wanita (pelacur) yang ingin memberhentikan mobil pak kyai, akhirnya wanita itu masuk ke mobil beliau, wanita tersebut tidak tau bahwa lelaki yang sudah membawanya adalah seorang kyai. Sesampainya di sebuah acara besar disuatu desa, wanita tersebut heran dan kebingunang, ditengah kerumunan masyarakat, pak kyai membuka jendela mobilnya dan meminjam kerudung pada salah satu ibu-ibu. “Bu, saya mau pinjam kerudung, soalnya Bu nyai (Wanita yang dibawah pak kyai)  tidak membawa kerudung”. Akhirnya berkerudunglah wanita itu seakan-akan seperti bu nyai nya pak Kyai. Setelah itu pak kyai mengajak masuk ke kawasan acara yang ramai sekali, dan ternyata semua masyarakat yang hadir menyalami pak kyai sekaligus bu nyai juga. Selama pak kyai menyampaikan taushiyahnya, wanita tersebut menangis dan bertoubat akan pekerjaannya selama ini.

Saat awal-awal dipondok Nurul Haromain ada acara pengajian, di depan kantor laziz, sebagian orang dari arah bawah datang mengikuti pengajian di Pondok dengan bersama-sama menaiki mobil pick up , dan yang dibawah oleh mereka di atas pickup tersebut ber krat-krat botol minuman, sesampainya di pondok mereka mengikuti acara pengajian, ditengah-tengah pengajian mereka semua bertoubat dan membuang semua minuman yang mereka bawah, karena mendapatkan hidayah dari Alloh mengikuti pengajian tersebut. 


Baca Artikel Lainnya : "Antara Qolbi, Sirri dan Jahri."


DI sebuah Pondok Pesantren, ada beberapa seorang santri yang ditugaskan menjadi seorang keamanan pondok, teapi keamanan pondok ini bingung dan galau dengan tinglah laku beberapa santri yang sangat nakal diatas rata-rata, akhirnya para keamanan pondok mengadukan hal ini kepada kyainya:
Keamanan  : “Kyai, beberapa banyak santri-santri yang sangat nakal-nakal”
Kyai           : “Tulis sepuluh orang santri yang menurut kalian sangat nakal-nakal”
Akhirnya sang kemanan pun menyeleksi sepuluh orang yang sangat nakal diatas rata-rata. Singkat cerita ke sepuluh orang tersebut bertahan di pondok dan sedikit demi sedikit berubah menjadi santri yang baik. Karena kesepuluh santri tersebut mendapat perhatian yang kusus dari kyainya.

3. Tujuan dan target yang selamat  (سلامة القصد و الغاية)

Pilar-Pilar DakwahSebuah dakwah jika tidak memiliki tujuan dan target yang benar dan selamat, maka dakwah tersebut akan hancur berantakan.

من اخلص لله ظهرت بركته اثره
ما كان لله دام واتصل وما كان لغير الله بان وانفصل

“Barang siapa ikhlas karena Alloh, maka Nampak keberkahannya”
"Sesuatu hal yang dilakukan karena Alloh maka sambung, dan sesuatu yang dilakukan tidak karena Alloh maka tidak akan tersambung”

Para dai yang sudah bergerak dimasyarakat, maka keturunanya akan ada yang mengembangkan lagi  karena keikhlasan dari awal keturunannya.

4. Pemahaman Yang benar  (الفهم الصحيح)
Sebuah pemahaman yang benar yang berasal dari seorang guru, bukan hanya kabar-kabar pemahaman dari sebuah HOAX

5. Mengerti betul dalam keagamaan  (البصيرة في الدين)   
6. Tahu keadaan yang diajak bicara dan didakwahi  (معرفة حال المجاطبين و المدعوين)
7. Tegar dan berani dalam kebenaran  (الصلابة و الجزأة في الحق)
8. Perdebatan yang paling bagus  (الجدال بالتي هي احسن)


= والله يتولي الجميع برعايته =

Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.