Manaqib Sayyidina Usman

Barang siapa menggali sumur untuk rumah baginya surga maka Utsman menggali sumur rumah, Barang siapa menyiapkan tentara maka baginya surga, maka Utsman mempersiapkannya 


Dari Abi Musa ra beliau berkata "Sesungguhnya Nabi SAW masuk dalam sebuah kebun dan menyuruhku menjaga pintunya. Maka datanglah seseorang meminta ijin untuk masuk." Nabi berkata "Ijinkan Ia masuk dan berikan kabar padanya surga." Ternyata yang masuk adalah Abu Bakar, kemudian datang  seseorang lainnya meminta ijin untuk masuk. Nabi berkata : "Ijinkan Ia masuk dan berikan kabar padanya surga". Ternyata yang masuk adalah Umar, kemudian datang  seseorang lainnya meminta ijin untuk masuk. Nabi diam sebentar dan berkata "Ijinkan Ia masuk dan berikan kabar padanya surga" setalah datang Balak padanya.  Ternyata yang masuk adalah Utsman. 'Ashim menambahi sesungguhnya Nabi SAW sedang duduk di tempat yang ada airnya dengan terbuka lutut beliau, ketika Utsman masuk beliau lantas menutup lutut beliau.

Aurot Laki-laki :

ManaqibDi dalam Sholat imam Syafi'i menerangkan batas minimal yang ditutupi adalah lutut ke atas hingga pusar. Secara kesempurnaan yang lebih utama adalah menggunakan pakaian yang sempurna untuk mengamalkan firman Alloh :

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ 

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (Al-A'raaf: 31)    

Malu :

Abuya mengajarkan jangan sampai kita malu karena seseorang setinggi apapun derajat dan pangkat dunianya kalau masuk “kamar mandi telanjang semua”. Tidak usah minder apalagi sampai mengagungkan seseorang karena kekayaan atau pangkatnya. Mengenai malu, kalau di kamar mandi sunnahnya gunakan sarung penutup aurot (ojo udoh blejet) ketika mandi untuk mengamalkan hadits ini.

Malu beda dengan takut seperti takutnya seseorang kalau disuruh berbicara di depan umum (itu takut = Jubbun, bukan malu). Rosululloh mensifati beliau dengan “أصدق غمتى حياء عثمان”. Saling membantu :
الناس بعضهم لبعضمو # و ان لم يشعرواانهم خدم

Manusia pada manusia lainnya mau tidak mau saling membantu satu sama lain.

Memang di jaman Utsman mulai muncul fitnah setelah wafatnya Umar sebagai “Gembok neraka atau fitnah”. Lebih parah lagi di jaman Ali bin Abi Tholib sehingga para Shohabat saling berperang satu sama lain. Terlepas dari itu, mereka adalah para shohabat Rosulillah yang mendapat kabar gembira sebagai sebaik-baiknya ummat. Dalam masalah peperangan itu, kedepankan “Dhauq” tanpa ikut campur dan kementar pada mereka. Sayyidina Zubair, Sayyidah A'isyah mempunyai argumen masing-masing.


= والله يتولي الجميع برعايته =


Sumur = Untuk kebutuhan masyarakat
Rumah = Sampai sekarang harta wakaf Beliau masih dan dikembangkan Badan Wakaf negara dengan aset yang sangat banyak
Tentara = ]Dalam perang Tabuk, pasukan Islam menyerbu pasukan musuh di saat musim panas dengan jarak yang jauh
[1]عند الترمذى أنه جهزه بالف دينار و ثلاثة ماءة بعير


Share on Google Plus

About tdmenha pujon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.