Khutbah Idul Fithri 1437 H



Puasa Meraih
Kenikmatan Surga


الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر
الله أكبر ,الله أكبر ، الله أكبر ،
الله أكبر، الله أكبر ، الله أكبر
ولله الحمد .
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا ،
الحمد لله الذى شَرَعَ للناسِ عيدًا مُبارَكًا ونَعِيْمًا مَشْكُوْرًا ويومًا مَسْرُوْرًا . والصلاةُ والسلامُ على مَنْ أَرْسَلَهُ اللهُ رحمةً للعالَمِيْنَ بشيْرًا ونذيْرًا وعلى آله وصحْبِه ومَنْ تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين مُؤْمنًا ومُخْلِصًا .
أشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبَّي بعدَه .
أما بعد ، فيا عبادَ الله أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون : ((يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ)) وَقَالَ تَعَالَي ((وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَة مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُها السَّمَـاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ))

 

Ma’aasyiral Muslimin Hafizhakumullah


Pagi hari ini, kita bergembira telah berada pada hari pertama bulan syawwal, hari raya idul fithri, hari di mana kita kembali boleh berbuka, disunnahkan sarapan dan bahkan diharamkan berpuasa.
Semoga waktu sebulan penuh yang baru saja kita lewati dengan berpuasa, shalat tarawih, banyak membaca Alqur’an dan banyak bersedekah, menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan penerimaan dari Allah azza wajalla, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang berhati lapang sehingga bisa memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain. taqabbalallahu minnaa wa minkum.

Dan selain mendapatkan penerimaan, semoga bulan ramadhan dengan berbagai macam ibadah yang telah kita kerjakan, menjadikan kita meraih ampunan, anugerah dan rahmat dari Allah swt, yang merupakan modal dasar bisa memasuki surga Allah. Rasulullah Saw menjelaskan:

[لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ] قَالُوْا: وَلاَ أَنْتَ يَارَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: [وَلاَ أَنَا, إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ]

[Amal siapapun tidak pernah bisa memasukkan dirinya ke dalam surga] para sahabat bertanya: Tidak juga engkau wahai Rasulullah? Beliau bersabda: [Tidak juga diriku, kecuali jika Allah mengguyurku dengan anugerah dan rahmatNya…](HR Bukhari no: 5673)

Ma’aasyiral Muslimin, jamaah shalat idul fithri

 Hafizhakumullah


Sebagai manusia yang mempercayai kehidupan akhirat yang lebih kekal, lebih baik, dan langgeng, kita harus melatih hati agar merasa rindu akan surga yang dijanjikan oleh Allah bagi para hambaNya yang beriman.
Jika kita merasa senang dan nyaman  dengan gelimang kenikmatan dunia ini, maka katakanlah kepada hati kita bahwa dunia dengan segala kenikmatan dan keindahan di dalamnya, yang bisa dinikimati oleh seluruh umat manusia; baik mukmin maupun kafir, ternyata hanyalah satu bagian dari seratus bagian rahmat Allah.  Rasulullah Saw menjelaskan:

إِنَّ لِلَّهِ مِائَةَ رَحْمَةٍ أَنْزَلَ مِنْهَا رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ وَالْبَهَائِمِ وَالْهَوَامِّ  فَبِهَا يَتَعَاطَفُونَ وَبِهَا يَتَرَاحَمُونَ وَبِهَا تَعْطِفُ الْوَحْشُ عَلَى وَلَدِهَا وَأَخَّرَ اللَّهُ تِسْعًا وَتِسْعِينَ رَحْمَةً يَرْحَمُ بِهَا عِبَادَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat, satu rahmat Dia turunkan (ke dunia dan terbagi) di antara jin, manusia, hewan-hewan ternak, dan serangga-serangga. Lalu dengan satu rahmat itulah, mereka bisa saling mengasihi saling menyayangi. Dengan satu rahmat itulah, hewan liar pun menyayangi anaknya. Sementara Allah mengakhirkan 99 rahmat yang dengan itulah Dia akan memberikan kasih sayang kepada para hambaNya (yang beriman) kelak pada hari kiamat” (HR Muslim no: )

Jika hanya karena satu rahmat, dunia sudah seperti ini indahnya, maka bagaimanakah dengan surga sebagai tempat tercurahnya 99 rahmat Allah? Maka sungguh sangat pas jika Allah azza wajalla memberitakan bahwa indera manusia tidak akan mampu menangkap dan mengerti. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman:
أَعْدَدْتُ لِعِبَادْي الصَّالـِحِيْنَ مَا لَاعَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Aku (Allah) menyiapkan hanya untuk para hambaKu yang shaleh, sesuatu nikmat yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia” (HR Bukhari no:3244. HR Muslim no:2824)

Meski demikian, agar hati manusia beriman tergerak untuk meraih surga, maka dalam Alqur’an dan hadits-hadits, banyak sekali disebutkan gambaran-gambaran keluasan, keindahan, dan fasilitas yang sempurna, serta berbagai macam kenikmatan surga.

Ma’aasyiral Muslimin, jamaah shalat idul fithri

Hafizhakumullah

 

Secara sederhana, luas sebuah rumah bisa ditebak dari banyak dan luas pintu utamanya. Begitu pula luas surga, bisa kita mengerti dan imani dari jumlah dan luas pintunya.

Pintu surga berjumlah delapan. Salah satunya disebutkan bernama pintu Royyan, yang secara khusus disiapkan hanya untuk orang yang sewaktu di dunia rajin berpuasa ramadhan dan puasa-puasa sunnah.

Juga ada pintu dhuha yang khusus disiapkan untuk orang yang rutin shalat dhuha, ada pula pintu yang khusus disiapkan untuk orang yang rajin memberi santunan orang miskin, juga ada pintu shalat, pintu jihad, pintu sedekah, dan ada pula pintu al farah yang disiapkan khusus bagi orang yang gemar menyenangkan anak-anak kecil.

Manusia beriman tidak bisa memasuki surga melalui pintu sesuai keinginan.

Masing-masing mereka, kelak hanya akan memasuki surga melalui pintu-pintu ini sesuai dengan amalnya. Hanya saja ada orang-orang yang bisa dengan bebas masuk melalui pintu yang dikehendakinya, sebagai penghargaan Allah atas sekian banyak amal ibadah yang dilakukan.  Abu Bakar ra bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang dipanggil (memasuki) surga dari pintu-pintu itu seluruhnya?”  Rasulullah Saw menjawab:

نَعَمْ وَأَرْجُوْ أَنْ تَكُوْنَ مِنْهُمْ

“Ia, dan aku berharap, kamu termasuk di antara mereka” (HR Bukhari no:3666. HR Muslim no:1027)


 

Adapun luas pintu surga, maka disebutkan dalam satu riwayat, luasnya sama dengan perjalanan empat puluh tahun, dalam hadits lain disebutkan bahwa luas pintu surga adalah sama dengan jarak antara Makkah dan Hajar (sebuah daerah di Bahrain), atau jarak antara Makkah dan Bushra di Syiria, atau jarak kurang lebih 1.272 KM .

 

Dan dalam riwayat lain seluas jika 70.000 orang berjajar bergandengan tangan, maka seluruhnya bisa masuk bersama-sama. Allah azza wajalla berfirman: 

 

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا إِلَى الـْجَنَّةِ زُمَرًا  حَتّي إِذَا جَآءُوْهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خَالِدِيْن

“dan orang-orang yang bertaqwa dibawa ke surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai ke surga itu maka pintu-pintunya telah terbuka dan para penjaga berkata kepada mereka; “Kesejahteraan atas kalian, berbahagialah, silahkan memasuki surga ini dalam keadaan kekal selamanya” (QS Az Zumar: 73)


Disebutkan pula bahwa pintu-pintu surga tersebut senantiasa terbuka dan tidak pernah ditutup, karena memang surga tempat tinggal yang aman dan nyaman.

جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لـَهُمُ الْأَبْوَابُ
“Surga-surga Aden yang pintu-pintunya senantiasa terbuka bagi mereka”(QS Shad: 50)

Ma’aasyiral Muslimin, jamaah shalat idul fithri

Hafizhakumullah

 

Setelah berada di dalam surga, maka kita akan disuguhi panorama alam yang indah, aroma wangi yang semerbak, tanah dan debu yang berwarna putih seputih minyak kasturi, pohon-pohon besar dan rindang yang digamarkan oleh Rasulullah Saw dalam sabda beliau:

 “Sesungguhnya di surga benar-benar ada sebuah pohon di mana seorang penunggang kuda berteduh di bawahnya, ia memacu kendaraannya selama seratus tahun, tetapi ia masih belum bisa berada di luar area naungan pohon tersebut” (HR Bukhari no:3252. HR Muslim no:2826).

Juga ada sungai-sungai yang disebutkan Allah dalam firmanNya:


مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى...

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa adalah di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak akan berubah, ada sungai-sungai

dari susu yang tidak akan berubah rasa, ada sungai-sungai dari arak yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya, dan ada sungai-sungai dari madu yang jernih (QS Muhammad:15)

 

Air yang tidak berubah, berbeda dengan air dunia yang sejernih apapun pasti berubah rasa, warna atau baunya jika dibiarkan lama. Susu yang tidak berubah rasa, berbeda dengan susu dunia yang menjadi pahit dan getir jika sudah kadaluwarsa. Arak yang lezat, berbeda dengan arak dunia yang sama sekali tidak lezat dirasakan oleh lidah, dan bahkan berbahaya bagi kesehatan tubuh dan mental manusia. Madu yang jernih, berbeda dengan madu dunia yang terkadang masih tercampur sesuatu, atau bahkan tercampur gula.


Keempat sungai di surga ini adalah minuman utama manusia; air untuk kesegaran dan kesucian, susu untuk kekuatan dan sumber energy, arak untuk kelezatan dan kesenangan, sedang madu untuk kesembuhan dan manfaat-manfaat lainnya. Terkhusus arak, dengan segala model turunannya berupa narkoba dsb, maka minuman ini diharamkan oleh Allah bagi umat Rasulullah Muhammad Saw. Arak dunia, tidak akan bisa bercampur dengan arak surga dalam perut seorang manusia.  Rasulullah Saw memberikan peringatan:  

مَنْ شَرِبَ الـْخَمْرَ فِى الدُّنْيَا لـَمْ يَشْرَبْهَا فِى الْآخِرَةِ

Barang siapa meminum arak di dunia, maka ia tidak akan pernah bisa meminumnya di akhirat”(HR Muslim no: 2003. Ibnu Majah no: 3373)

 

Semoga Allah azza wajalla menyelamatkan dan melindungi kita, anak-anak kita, generasi muda kita, dari serangan narkoba. Sungguh negeri kita Indonesia sekarang ini telah dinyatakan masuk dalam kondisi darurat narkoba. Yang tercatat, ada kurang lebih 6 juta generasi bangsa ini telah sebagai pengguna dan tergantung kepada Narkoba.

 

Ma’aasyiral Muslimin, jamaah shalat idul fithri

Hafizhakumullah


Selanjutnya penduduk surga, semoga termasuk kita semua, yang berpostur seperti Nabi Adam as dengan tinggi 60 hasta atau kurang lebih 30 M, dan besar tujuh hasta atau kurang lebih 3 M serta dalam usia muda 33 tahun, dipersilahkan memasuki rumah-rumah dan vila-vila yang megah, indah, mewah,  dan aman di dalamnya. Di antara bentuk keindahan dan kemewahan ini adalah seperti disabdakan oleh Rasulullah Saw:



"إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَي ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا" قَالُوْا: لِمَنْ يَارَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: " لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَبَاتَ قَانِتًا وَالنَّاسُ نِيَامٌ"

 

“Sesungguhnya di surga ada vila-vila yang bisa dilihat dari dalam bagian luarnya, dan bisa terlihat dari luar bagian dalamnya” para sahabat bertanya: “Milik siapa itu wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda: “Milik orang yang baik dalam bertutur kata dan memberi makanan, serta bangun shalat malam saat orang-orang sedang tertidur”(HR Ahmad. Thabarani)

 

Lalu penduduk surga diberikan oleh Allah busana-busana indah dari segala jenis sutera, mereka memakai mahkota, memakai gelang-gelang dari emas, perak dan intan permata. Mereka disuguhi hidangan sesuai selera, buah-buahan dari segala jenisnya. Mereka terus menikmatinya, hanya menikmati tanpa sedikitpun ada susah sebelum dan sesudahnya. Rasulullah Saw bersabda:


أَهْلُ الْجَنَّةِ يَأْكُلُوْنَ وَيَشْرَبُوْنَ وَلَا يَتغَوَّطُوْنَ وَلَا يَبُوْلُوْنَ وَلَا يَبْزُقُوْنَ وَلَا يَتَمَخَّطُوْنَ طَعَامُهُمْ جُشَاءٌ وَرَشْحٌ كَرَشْحِ الْمِسْكِ

 “Penduduk surga, mereka makan dan minum, tanpa harus buang air besar atau kecil, mereka tidak meludah, tidak mengeluarkan ingus, makanan mereka (keluar hanya) melalui sendawa dan keringat yang wangi seperti kasturi”(HR Muslim no: 2835)


Selain fasilitas rumah mewah, pakaian indah, makanan dan minuman sesuai selera dan dilayani oleh para pelayan-pelayan yang muda usia, penduduk surga juga diberikan oleh Allah karunia isteri-isteri yang suci, isteri-isteri yang putih bersih seperti permata, isteri-isteri yang setiap saat kembali menjadi gadis; minimal dua isteri dari wanita dunia dan tujuh puluh bidadari surga. Mereka mendapatkan kenikmatan-kenikmatan ini untuk menyalurkan hasrat yang begitu kuat dan dahsyat. Rasulullah Saw mengabarkan dalam hadits beliau:

 

أَنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَمَتَّعُوْنَ باِلنِّكَاحِ كَمَا كَانُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ بهِ فىِ الدُّنْيَا, وَأَنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يُعْطَي فِى الْجَنَّةِ قُوَّةَ مِئَةٍ فِى الْجِمَاعِ

“Sesungguhnya penduduk surga diberikan kenikmatan senggama sebagaimana mereka menikmatinya di dunia”(HR Thabarani) “dan sesungguhnya seorang mukmin (di surga) akan diberikan kekuatan bersenggama yang sebanding dengan kekuatan seratus orang” (HR Turmudzi no: 2536)

 

Kenikmatan-kenikmatan surga di atas semakin sempurna dengan kesempatan yang diberikan oleh Allah kepada penduduk surga untuk bisa secara langsung dengan mata kepala bisa melihat Allah azza wajalla sebagaimana dijanjikan Allah:


لِلَّذِيْنَ أَحْسَنُوا الـْحُسْنَي وَزِيَادَةٌ

“Bagi orang-orang yang telah berbuat baik, maka untuk mereka ada kebaikan dan tambahan”(QS Yunus: 26) Kebaikan adalah memasuki surga dan tambahan adalah melihat Dzat Allah azza wajalla.

 

Ma’aasyiral Muslimin, jamaah shalat idul fithri

Hafizhakumullah  

 

Keadilan Allah, betapapun semua mendapatkan kenikmatan, akan tetapi penduduk surga memiliki tingkatan yang berbeda dalam derajat surga. Allah azza wajalla berfirman:

هُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ اللهِ  وَاللهُ بَصِيْرٌ بـِمَا يَعْمَلُوْنَ

“Kedudukan mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan”(QS Ali Imran: 163) 

 

لَايَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا. دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak ikut berperang) tanpa mempunyai 'uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk, dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS An nisa’:95-96).
Di antara derajat-derajat surga ada yang secara khusus diberikan kepada orang-orang yang melakukan amalan-amalan tertentu sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

إِنَّ فِى الـْجَنَّةِ دَرَجَةً لَا يَنَالُهَا إِلَّا ثَلَاثَةٌ إِمَامٌ عَادِلٌ  وَذُوْ رَحِمٍ وَصُوْلٌ وَذُوْ عِيَالٍ صَبُوْرٌ لَا يَمُنُّ عَلَى أَهْلِهِ بـِمَا يُنْفِقُ عَلَيْهِمْ
“Sesungguhnya di surga ada derajat yang tidak bisa diraih kecuali oleh tiga orang; pemimpin yang adil, sanak kerabat yang perhatian menyambung kerabatnya, dan kepala keluarga yang banyak memiliki anggota keluarga, tetapi ia sangat sabar dan tidak pernah mengundat-undat belanja yang telah ia berikan kepada mereka”(HR Dailami dalam Musnad al firdaus no:270)

Rasulullah Saw juga bersabda:
إِنَّ فِى الـْجَنَّةِ دَرَجَةً لَا يَنَالُهَا إِلَّا أَصْحَابُ الـْهُمُوْمِ
 “Sesungguhnya di surga ada derajat yang tidak bisa diraih kecuali oleh orang-orang yang sewaktu di dunia seringkali susah mencari sandang pangan”(HR Dailami dalam Musnad al Firdaus no: 839)

Ma’aasyiral Muslimin, jamaah shalat idul fithri

Hafizhakumullah  

 

Ketika penduduk surga tidak sama dalam derajat, maka perlu kita imani bahwa manusia yang paling tinggi derajatnya adalah Rasulullah Saw Muhammad Saw. ini artinya termasuk derajat paling tinggi manusia biasa adalah bisa bersama Rasulullah Saw kelak di surga. Untuk bisa bersama beliau maka usaha yang kita lakukan adalah belajar untuk mencintai. Seseorang badui datang bertanya: “Wahai Rasulullah, kapankah kiamat akan datang? Rasulullah Saw balik bertanya: “Apa yang kamu persiapkan?” badui ini menjawab: “Tidak ada apapun yang saya siapkan kecuali hanya kecintaan kepada Allah dan RasulNya” lalu Rasulullah Saw bersabda:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Kamu akan bersama orang yang kamu cintai”(HR Bukhari no:3688. HR Muslim no:2639)


Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk belajar mencintai Rasulullah Saw sehingga kelak kita  bisa bersama beliau menikmati keindahan dan kenikmatan yang disiapkan oleh Allah untuk orang yang meraih derajat tinggi di surga.


تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا . أَللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلاً أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 





 

 




Khutbah Kedua

الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر .
الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر .
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا ان هدانا الله. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم. اما بعد : معاشر المسلمين، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تبارك وتعالى: قد افلح من تزكى وذكر اسم ربه فصلى. وقال عز من قائل: ان الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وارحمنا معهم برحمتك ياأرحم الراحمين:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِميْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
أَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَـنَا مِنْ خَشْيَتِك مَا تَحُوْلُ بَيْنَـنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُـنَا بِهِ جَنَّـتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْـنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَمَتِّعْـنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا أَبَدًا مَا أَحْيَيْتَـنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَـتَنَا فِى دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

أَللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّـنَا مِنَ الظُّلمَاتِ إِلَى النُّـوْرِ وَجَنِّبْـنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ . أَللَّهُمَّ بَارِكْ لَـنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوْبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا  وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وَاجْعَلْـنَا شَاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ قَابِلِيْهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا .أَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا  وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا   وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا   وَآثِرْنَا وَلاَ تُوْثِرْ عَلَيْنَا   وَأَرْضِنَا وَارْضَ عَنَّا
أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ صِحَّةً فِى إِيْمَانٍ وَإِيْمَانًا فِى حُسْنِ خُلُقٍ وَنَجَاحًا يَتْبَعُهُ فَلاَحٌ وَرَحْمَةً مِنْكَ وَعَافِيَةً وَمَغْفِرَةً مِنْكَ وَرِضْوَانًا
ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار.عباد الله ! ان الله يأمركم بالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر، ولذكر الله أكبر .



Share on Google Plus

About shfm

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.