APEL dan ABUYA



Oleh Agus musthofa

Di tahun 80an Abuya sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki berkeinginan untuk membeli sebidang tanah didaerah Batu Jawa Timur. Beliau berencana mendirikan sebuah pesantren dilokasi yang strategis tersebut (sekarang tanah itu menjadi Batu Town Square). Lokasi sudah didapat, harga sudah deal, saatnya untuk membayar tanah ke pemilik tanah sesuai harga yang disepakati.

Dengan didampingi oleh Abi Ihya' Ulumiddin yang memang selalu mendampingi Abuya kemanapun pergi, mereka menuju lokasi. Ketika melihat tanah dan lokasinya, Abi Ihya' Ulumiddin dengan spontan mengatakan, "Abuya, tanah ini strategis sekali, nanti bisa ditanami apel sehingga pesantren tidak bingung untuk mencari pendapatan.."
"HUSH...!!" Abuya membantak Abi Ihya' Ulumdidin, "Apakah kamu bersandar kepada apel? Bukan bersandar kepada Pembuat apel??"
"Sudah, kita batalkan transaksi ini!!" lanjut Abuya. Padahal pada waktu itu Abuya sudah membawa uang sejumlah puluhan juta yang dibawa didalam tas.

Disini bisa kita lihat peran seorang guru yang selalu menjaga murid agar jangan sampai terpeleset karena salah niat, meskipun hal itu remeh. Tapi bisa berakibat tidak baik kedepannya.

Dan hal ini sering diceritakan oleh Abi Ihya' Ulumiddin kepada santri2nya, agar pengalaman yang sangat berharga ini bisa menjadi pelajaran.
Share on Google Plus

About shfm

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.