As Shuhuf

Menuju Akhir, Membuka Awal

¤¤¤

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ
مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (At taubah/9; 36)


Tak terasa beberapa hari lagi kita akan memasuki babak baru: tahun 1431 H. Semoga dosa kita di tahun ini termaafkan, dan di tahun depan, menjadi lebih baik. Amin.
Tahun hijriyyah mempunyai beberapa bulan haram (mulia) yg pahala kebaikan didalamnya ataupun dosa, akan dilipatkan minimal 70x. Bulan-bulan itu adalah: Muharram (bulan ke-1), Rajab (ke-7), Dzulqa'dah (ke-11) dan Dzulhijjah (ke-12). 3 bulan haram bersanding berturut-turut, setelah bulan 11, 12 pasti datang bulan ke-1. Dan 1 bulan, yakni bulan Rajab, sendirian di tengah tahun.
Jangan menyangka ini tanpa arti; semua ciptaanNya mempunyai suratan tersirat untuk Anda, saya dan semua! Lalu, apakah suratan dari deretan bulan tersebut?
Ya, kehidupan manusia. Kita terkadang mencapai masa dimana kita berada di puncak terjauh dariNya, dan diwaktu lain tenggelam dalam ibadah, ataupun berjalan biasa bagai air. Seperti itu pula, awal hijriyyah kita ditemani oleh bulan mulia Muharram, agar kita bisa mendekatkan diri padaNya, semaksimal mungkin; juga sebagai penyemangat amal dan memulainya dengan awal yang indah.
Setelah bulan itu, adalah lahan latihan kita: bisa atau tidak mempertahankan amalan seperti di bulan Muharram? Disana pun nanti ada bengkel perbaikan amal di tengah umur, di pertengahan tahun: bulan Rajab. Agar kita bisa menginstropeksi dan membersihkan diri setelah setengah tahun perjalanan hidup ini tercampuri dengan hal yang tiada diridhoi Alloh. Karena sebagai manusia tentulah kita tak akan bisa menghindarkan diri dari noda dosa.
Dan, sebagai hamba-Nya, kita seharusnya sadar, agar semakin menggiatkan amal baik, karena kita selalu medekati ajal; Dia memberi isyarat, dengan 2 bulan mulia yang sekaligus diformat diakhir tahun, agar kita menggiatkan amal diakhir tahun -sebagai isyarat bagai akhir usia, memperbaiki diri dan menutup perjalanan ini dengan akhir yang di damba... Apakah kurang surat dan isyarat yg ada, agar kita selalu memperbaiki amal?
Dan seperti yang telah disinggung di atas, dalam asyhurul hurum, Alloh memberikan satu keistimewaan. Yaitu amal baik di dalam bulan-bulan ini, akan dilipat gandakan pahalanya. Namun ada konsekuensinya pula, karena amal jelek juga akan digandakan dosanya. Karenanya, ketika memasuki bulan-bulan ini, sudah sepantasnya kita mengerahkan tenaga untuk lebih melakukan amal kebaikan. Begitu pula, tangan, kaki, telinga, mata, lidah, pendengaran, dan hati kita, meski diberikan penjagaan lebih agar tidak terjatuh dalam kedurhakaan kepada Alloh, karena balasan atas amal baik dan buruk pada bulan ini akan dilipat gandakan. Dan karena kita pun akan menuju fase terakhir perjalanan hidup kita di tahun ini


¤ Refleksi Akhir Tahun

Penghujung 2009 M,sekaligus penghujung 1430 H telah terlihat dekat di depan mata. Tahun baru telah menyongsong kita. Lalu apa yang kita hadirkan untuk masa depan hari-hari kita di tahun 2010/1431 ? Agenda apa yang telah kita siapkan? Planning apa yang akan kita susun?
Sudah seyogyanya tidak cuma urusan dunia dan kehidupan sehari-hari kita. Namun kita juga harus memperbaiki dan meningkatkan kualitas ruhani kita. Hal yang sebenarnya adalah titik dan inti dari tujuan asal penciptaan manusia. Yaitu menjadikan hidupnya bernilai ibadah, aplikasi penghambaan makhluk pada penciptanya, yang pada saat yang sama, justru merupakan sumber ketenangan makhluk itu sendiri (lantas, adakah yang kita cari selain rasa aman dan ketenangan hidup lahir batin?).
Sudahkah kita meluangkan waktu barang sejenak saja untuk merenung? Untuk bertafakkur? Untuk mengheningkan cipta berkontemplasi meraba jiwa dan diri? Apa yang telah kita lakukan sepanjang tahun ini? Bagaimana fluktuasi kualitas ruhani kita, Menunjukkan grafik meningkat atau malah menurun tajam? Jika memang naik, alhamdulillah, patut kita bersyukur, sekaligus tetap menetralkan hati pada posisinya agar tidak terpeleset pada perasaan bangga diri yang bisa mengerosi nilai ikhlas di hati kita. Dan jika makin menurun, saat yang tepat untuk menutup tahun dengan beristighfar, menyesal serta bertekad untuk memperbaiki diri di tahun depan.
Adalah tentu orang yang beruntung jika hari ini dia lebih baik dari kemarin.. Dan terpedaya jika hari ini kualitasnya stagnan tetap sama dengan kemarin.. Serta otomatis merugi jika hari ini lebih dan semakin memburuk daripada kemarin. Itu yang hari ini, bagaimana buat hari esok?
Kontemplasi yang terhenti dan masih terbatas dalam pembenahan jiwa dan diri sendiri. Sekarang, pergaulan kita dengan orang lain, perlu dan harus juga kita cari catatan merahnya dan harus kita garis bawahi. Apakah tingkah laku kita, kata-kata kita, sikap kita, melukai orang lain apa tidak? Ataukah di hati kita, masih ada ketidaksukaan pada orang lain atau tidak? Ataukah kita masih saja tidak peduli dengan keadaan orang lain atau tidak? Mengingat posisi kita sebagai makhluk sosial yang interaktif. Sebab hal itu semua berpengaruh pada pola kerja hati yang menjadi dinamo kehidupan kita. Sekali hati itu rusak oleh virus-virus penyakit hati, maka berarti terancamnya eksistensi kestabilan hidup kita secara vertikal dan horizontal sekaligus, harus segera kita tanggulangi sebelum memutus tali ikatan batin kepada sesama makhluk, dan tali ikatan ruhani kepada Allah Ta'ala.
Momentum akhir tahun yang tepat untuk kembali menata dan mengkontrasikan serta mengarahkan tujuan hidup kita pada jalan yang sebenarnya, apapun itu bentuk profesi dan status kita. Inna akromakum indallahi atqaakum. Sebaik-baik kalian menurut Allah adalah yang paling bertaqwa. Dan karena hanya Allah saja yang tahu siapa yang paling takwa, maka kita harus berkompetisi tanpa ada rasa rivalitas dalam meraih titel takwa itu.
Akhir catatan, hidup dan segala pengalaman juga kejadian yang telah lalu, adalah pelajaran. Tak akan ada kerugian jika kita melihat masa depan sebagai semangat dan tujuan, meniti masa kini sebagai jalan, dan meneliti masa lampau sebagai koreksi, peta dan pegangan.. Dan semoga kita makin baik di hari-hari ke depan, wallahu-l musta'an.

(Diambil dari posting-posting Grup Bengkel Jiwa, dengan perubahan dan penambahan)



¤ Bekal Untuk Akhir dan Awal Tahun


Puasa Akhir Dzul Hijjah dan Awal Muharrom

ذَكَرَ الْحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ عَنْ حَفْصَةَ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: مَنْ صَامَ أخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَأَوَّلَ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ جَعَلَهُ اللهُ تَعَالَى لَهُ كَفَارَةَ خَمْسِيْنَ سَنَةً، وَصَوْمُ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ بِصَوْمِ ثَلاَثِيْنَ يَوْمًا.

Al-Hafidz Ibnu Hajar menuturkan dari Sayyidah Hafsoh, sesungguhnya Rosululloh bersabda,: "Barang siapa berpuasa pada hari terakhir bulan Dzul Hijjah dan hari pertama bulan Muharrom, maka Alloh menghapus dosanya selama 50 tahun. Dan puasa sehari pada bulan Muharrom sama dengan puasa 30 hari.”

Do'a Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. [ اَللّهُمَّ ] مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ. [ اَللّهُمَّ ] وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. (٣×).

Do'a ini dibaca setelah Ashar pada hari terakhir bulan Dzil Hijjah, maka setan merasa menyesal menganggu kita selama setahun, tetapi semuanya gagal hanya karena do'a yang kita ucapkan ini.



Do'a Awal Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْراً. وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ. وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعوَّلِ. وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتَغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ (٣×).

Barang siapa membaca do'a ini sebanyak 3 kali pada malam pertama bulan Muharrom, maka akan aman dari gangguan syetan dan akan mendapatkan pengawalan dari 2 malaikat, insya Alloh.

Keterangan: Akhir tahun insya Alloh jatuh pada hari Kamis (17 Desember 2009 M). Sehingga do’a akhir tahun di atas, kita baca setelah sholat Ashar pada hari Kamis 17 Desember 2009 M, dan do’a awal tahunnya kita baca setelah sholat Maghribnya (malam Jum’at). Sedangkan puasanya, kita laksanakan pada hari Kamis dan Jum’at.

2012 = Kiamat ?

¤¤¤

Beberapa minggu terakhir ini, sebuah film sedang ramai diperbincangkan. Hingga MUI pun tidak mau ketinggalan mengeluarkan fatwanya akan film yang sedang booming tersebut. Ya, film yang bertitle 2012 ini memang fenomenal. Karena yang penulis ceritanya berani menggambarkan kejadian dahsyat yang disebutnya sebagai “kiamat”.
Dalam film yang berdurasi sekitar 2 jam lebih ini diilustrasikan terjadi gempa hebat yang meretakkan jalan-jalan, dan semakin bertambah parah hingga tanah dan bangunan pun ambles ke dalam sekalian. Energy panas bumi juga digambarkan keluar, gunung-gunung meletus, dan lahar-lahar panas mengalir menyebar ke mana-mana. Bangunan-bangunan di Amerika runtuh, patung Jesus, gereja Vatikan juga roboh disaat para jemaat sedang berdo’a. Para biksu di Cina yang tinggal di puncak gunung pun tak luput dari bencana ini. Hanya saja, Ka’bah, orang-orang yang haji dan sholat cuma dilihatkan sekilas saja tanpa tersentuh bencana (mungkin pihak pembuat film akan berpikir seribu kali bila mengikutkan Ka’bah dalam fenomena bencana dahsyat tersebut, khawatir akan timbul gelombang protes besar dari kaum muslimin). Dalam film tersebut juga, daratan Amerika tak luput dari terjangan tsunami yang memporak-porandakannya. Hanya saja yang membuat jangkal dan menggelitik pula, masih banyak manusia yang bisa selamat setelah menaiki kapal canggih yang telah dipersiapkan untuk mengantisipasi “kiamat” ini.
Ya, terlepas dari perdebatan dan berbagai tanggapan dari film kontroversial itu, kiranya ada 2 pelajaran mendasar yang dapat kita ambil dari hiburan film ini:
Bagaimanapun juga, sebagai seorang muslim kita wajib meyakini akan ada dan tibanya hari kiamat kelak.
Perlunya persiapan amal sholih yang berlipat banyak agar kita tidak termasuk ‘pelaku’ hari kiamat. Sebab orang-orang yang kelak menyaksikan hari kiamat adalah sejelek-jelek manusia, yang tiada mengenal Islam lagi.


Tanamkan Keimanan Akan Hari kiamat
Keimanan terhadap adanya hari kiamat adalah pelajaran mendasar yang wajib kita mengerti, dan juga kita tanamkan kepada anak-anak kita sejak dini. Keimanan ini pun menempati urutan kelima dari 6 rukun Iman. Dalam surat al Baqarah; 177, Alloh berfirman:

وَلكِنَّ الْبِرَّ مَنْ أمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأخِرِ
Akan tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Alloh, hari kemudian…

Dalam mandhumah Aqidatul Awam, as Sayyid Ahmad al Marzuqi mengatakan:

إِيْمَانُنَا بِيَوْمِ أخِرٍ وَجَبْ * وَكُلِّ مَا كَانَ بِهِ مِنَ الْعَجَبْ
Keimanan kita akan adanya hari kiamat adalah sebuah kewajiban, begitu pula akan hal-hal menakjubkan setelahnya.

Sedangkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan hari kiamat yang wajib pula untuk diimani adalah:
Barzakh, yaitu alam di antara kematian dan hari pembangkitan.
Pertanyaan di dalam kubur, nikmat kubur bagi ahli thoat, dan siksa kubur bagi yang biasa bermaksiat.
Pembangkitan dari kubur.
Penggiringan manusia ke padang Mahsyar.
Syafa’at.
Hisab (penghitungan amal) dan qisos (acara tuntut-menuntut).
Mizan, penimbangan amal baik dan juga amal buruk manusia.
As Siroth, yaitu sebuah jalan yang dibuat di atas neraka Jahannam. Di atasnya lah golongan manusia mulai awal hingga akhirnya diciptakan berjalan setelah selesainya acara di padang mahsyar.
Telaga Nabi Muhammad. Airnya adalah susu berwarna putih, baunya lebih semerbak daripada minyak misik. Gayungnya lebih banyak dari hitungan bintang gemintang. Barang siapa yang minum dari telaga ini, ia tak kan merasakan haus selamanya.
Surga, yang merupakan tempat pembalasan pahala. Alloh menyiapkannya bagi hamba-hambanya yang beriman. Mereka tinggal selamanya di dalamnya karena kemurahan Alloh semata. Di dalamnya terdapat segala apa yang diinginkan oleh hati kita, dan yang tiada pernah dilihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah telintas dalam hati.
Neraka, tempat penyiksaan. Neraka disiapkan untuk para kafir, mereka dijerumuskan di dalamnya selamanya. Neraka juga tempat bagi kaum mukminin yang bermaksiat, tetapi selama masa yang dikendaki oleh Alloh, kemudian mereka dikeluarkan dari dalamnya, murni akan keadilan Alloh.
Melihat Alloh Ta’ala di surga, sesuai dengan keagungan dan kesucian kesempurnaannya.


Tanda-tanda Hari Kiamat
Menurut riwayat dalam beberapa hadits Rosululloh, tanda-tanda hari kiamat tersusun sebagai berikut:
Terjadinya longsor dan ambles di bumi bagian barat.
Terjadinya longsor dan ambles di bumi bagian timur.
Terjadinya longsor dan ambles di jazirah Arab.
Munculnya asap.
Keluarnya dajjal yang memimpin kaum yahudi untuk melawan kaum muslimin.
Turunnya Nabiyulloh Isa. Beliaulah yang akan membunuh dajjal dan mengembalikan Islam menguasai dunia.
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
Keluarnya binatang yang dapat berbicara dan mengingatkan manusia.
Terbitnya matahari dari arah barat.
Munculnya api di negeri Yaman.
Melihat banyaknya tanda-tanda hari Kiamat yang belum terjadi, padahal antara tanda-tanda tersebut juga masih terpisah jarak waktu yang lumayan lama, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tahun 2012 mustahil terjadi hari kiamat. Dulu juga pernah ada yang meramalkan kiamat akan terjadi pada tahun 1999, tapi ternyata juga tidak terjadi. Walhasil, tiada yang tahu kapan tepatnya terjadinya hari kiamat kecuali Alloh. Namun adanya hari kiamat memang wajib kita yakini dan pegang kuat-kuat. Wallohu a’lam.

Mahar Surprise

Di ceritakan; ada sepasang suami istri yang terkena problem dan mendekati pada broken home. Gara–gara sang suami dituduh istrinya tidak mau membayarkan maharnya yang telah disepakati. Akhirnya si istri melaporkan masalahnya ke seorang hakim di daerahnya, Yang berhasil menyeret suaminya ke meja hijau untuk dipersidangkan. Sang suamipun mendatangi tempat persidangan tadi.
Proses pertama si istri mengadukan masalahnya di depan hakim, yaitu, mahar 10 juta yang belum terbayarkan oleh suaminya. Pengaduan istri di terima oleh hakim jika ada saksi yang memberatkan, akhirnya, istri tadi mengajukan saksinya untuk angkat bicara.
Sudah menjadi peraturan bahwa saksi dalam menngutarakan penyaksiaannya harus menghadap ke wajah orang di saksikan tadi. Maka ketika saksi tadi mulai mengangkat dan meninggikan kepalanya untuk memelototi istri tadi tiba–tiba sang suami langsung berdiri dan berkata dengan keras (kerena besarnya rasa cemburunya terhadap istrinya): Sudah! Ngapain lu melototi istri gue, Sekarang gini saja pak Hakim, Saya mengakui bahwa saya punya hutang mahar sebesar 10 juta kepada istri saya dan saya segera membayarnya kontan. Melihat reaksi suaminya tadi yang menunjukkan besarnya rasa cinta dan rasa cemburu kepadanya, diapun langsung berkata tegas: Ya Pak Hakim mulai detik ini hutang mahar suami saya kepada saya, terbebaskan dan tidak akan saya menuntut lagi kepadanya.
Setelah itu juga Hakim tadi memerintahkan juru tulisnya untuk menulis cerita indah ini dalam buku cerita akhlaqul karimah.






Share on Google Plus

About Bapak e Muhammad

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.