Sumber Kekufuran Terhadap Islam

QS al Baqarah: 105
Orang – orang kafir dari Ahli Kitab dan orang – orang musyrik tidak mengharapkan ada kebaikan dari Tuhan kalian yang diturunkan atas kalian. (padahal) Allah mengkhususkan rahmatNya bagi orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pemberi anugerah yang besar”

Uraian Ayat
Dengan sangat jelas ayat ini memberitahukan dan mengingatkan bahwa orang – orang Yahudi, Nashroni dan kaum musyrik, para penyembah arca dan berhala tidak suka jika kaum muslimin mendapatkan kebaikan. Kendati demikian Allah memiliki wewenang mutlak untuk mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya kepada orang yang Dia kehendaki. Di antara kebaikan itu adalah seperti berikut:

  1. Nubuwwah dan Risaalah.
Yahudi kecewa dan iri hati karena selama ini mereka sangat berharap Nabi yang dinantikan tidak datang dari anak keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ishaq. Melainkan dari keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ismail, yaitu bangsa Arab. Bangsa yang menurut mereka miskin, rendah dan tidak berhak mendapat kehormatan. Dalam hemat Yahudi dan Nashrani, bangsa mereka lebih berhak dengan Nubuwwah dan Risalah karena mereka adalah para ahli kitab dan mayoritas adalah orang – orang The Have (kaya raya). Dengan menolak Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam Yahudi telah mengingkari sejarah, ia hanya mengakui Ishaq sebagai putera Ibrahim dan tidak mengakui Ismail. Sementara kaum kafir Makkah, tidak terima dan menolak Risalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam karena Beliau seorang anak yatim yang tidak berharta. Mereka mengatakan, “Kenapa Alqur’an ini tidak diturunkan kepada lelaki mulia dari dua desa” QS az Zukhruf : 31. Klaim mereka ini dibantah oleh Allah dengan frimanNya:
“…Allah lebih mengetahui ketika Dia Menjadikan RisalahNya” QS al An’aam : 124.
Firman ini selain menunjukkan kemuliaan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang langsung dibela oleh Allah juga memberitakan bahwa Nubuwwah & Risalah merupakan suatu hal yang Exellent, sangat istimewa yang hanya diberikan kepada manusia istimewa yang dikehendaki oleh Allah dan tidak bisa didapatkan dengan usaha (Iktisaab). Ini berbeda dengan ilmu, harta dan kedudukan di mana setiap manusia mempunyai kesempatan dan peluang sama untuk mendapatkannya.
Iri hati dan kecewa mendorong Yahudi, Nashrani dan kaum musyrik untuk memusuhi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan menyiapkan berbagai macam cara demi mematahkan dakwah dan membunuh pelaku dakwah. Dalam sejarah tercatat Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengalami beberapa kali percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kaum musyrik Makkah dan Yahudi di Madinah. Jika rasa iri (Hasad) membawa setan pernah berusaha melakukan upaya mengeluarkan Nabi Adam dari surga dan berhasil. Kemudian diikuti dengan usaha maksimal mengeluarkan anak keturunan Nabi Adam dari surga dangan mengajak kepada kekafiran sampai pada hari kiamat, maka seperti itu pula sikap Yahudi dan kaum kafir secara umum terhadap para pelaku dakwah. Iri hati kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam akan terus meluap hingga terwujud dalam tindakan melakukan pembunuhan terhadap para pewaris Beliau. Dalam hal ini adalah kaum muslimin yang konsisten menyuarakan dan mengajak kembali kepada ajaran Islam. Kenyataan akan kejahatan mereka terhadap Nubuwwah dan Risalah ini juga disebut oleh Allah dalam firmanNya:

“Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah Menurunkan karuniaNya kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba – hambaNya…” QS al Baqoroh : 90.
  1. Islam
Islam adalah yang agama dibawa, diajarkan dan disiarkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Dengan beriman dan menjadi pengikut Beliau, umat ini mendapatkan bonus lain berupa predikat sebagai umat terbaik dengan Manhaj dan tatacara kehidupan yang istimewa dan sempurna, “Pada hari ini telah Kami sempurnakan untuk kalian agama kalian. Kami sempurnakan nikmatKu kepada kalian dan Kami rela islam sebagai agama kalian” QS al Ma’idah : 3. Nikmat yang besar ini kiranya menjadikan kaum tidak beriman iri hati yang dampaknya adalah senantiasa memusuhi dengan berusaha menghancurkan Islam.

Usaha penghancuran di antaranya berupa pencitraaan buruk terhadap Islam dan para pemeluknya. Islam dikesankan sebagai agama yang menganjurkan pembantaian dengan syariat Jihadnya. Pemeluk Islam adalah kaum teroris yang gemar menebar ketakutan di masyarakat. Islam berlaku diskriminatif terhadap wanita dengan hanya memberikan warisan separuh jumlah warisan pria. Islam mengekang wanita dengan mewajibkan mereka berjilbab dan tidak banyak keluar rumah. Belakangan Islam dikesankan dengan agama penuh mistik seperti yang kini setiap hari kita saksikan di televisi – televisi senjata mereka. Usaha pencitraan buruk dan menakutkan tentang islam ini biasa disebut dengan langkah Demonologi Islam. Penelusuran sejarah akan memberitahukan kepada kita semua bahwa usaha semacam ini untuk menghambat gerak laju Islam dan pencitraan buruk tentang Islam sudah terjadi sejak masa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Ketua suku Daus Thufail bin Amar pada musim haji datang di Makkah. Seperti telah direncanakan oleh orang – orang kafir agar jangan sampai ada ketua suku yang bertemu dan mendengar bacaan Alqur’an dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Karena itu ketika Thufail sampai di Makkah, para pembesar Quresy segera menyambut dan menghasut. “ Hai Thufail, terima kasih anda telah datang di negeri kami. Tetapi tolong anda waspada terhadap seorang lelaki yang muncul di tengah – tengah kami dan sangat menyusahkan kami. Dengan kata – kata seperti sihir ia telah mencerai beraikan persatuan. Memisahkan anak dengan orang tua dan isteri dengan suami. Kami sangat khawatir lelaki itu juga bisa memisahkan anda dengan suku anda. Oleh karena itu jangan sampai anda bertemu dan mendengar apapun darinya!”

Pencitraan buruk tentang Rasululloh Shallallahu alaihi wasallam ini berhasil. Thufail kemudian menutup telinganya dengan kapas agar jika bertemu dengan Beliau Shallallahu alaihi wasallam tidak bisa mendengar apapun. Pencitraan buruk tentang Islam ini tiada lain adalah untuk menghalangi manusia dari Islam. Agar kwantitas Islam tidak semakin bertambah. Kendati begitu, informasi yang benar tentang Islam tidak bisa selamanya disimpan dan dirahasiakan. Thufail tak urung sempat sedikit mendengar bacaan Alqur’an ketika secara kebetulan berada dekat dengan Nabi Shallallahu alaihi wasallam di sekitar Ka’bah hingga akhirnya ia memeluk Islam. Realitas seperti ini juga terjadi pada zaman sekarang di mana masyarakat barat (Eropa dan Amerika ) yang selama ini hanya mendengar informasi negatif seputar Islam telah banyak yang memeluk Islam setelah mengetahui dengan betul performa Islam yang sebenarnya.

Iri hati terhadap Islam juga mendorong kaum kafir tidak menginginkan ada manusia yang memeluk Islam. Mereka sangat berharap semua manusia kafir seperti halnya mereka. “Mereka berharap andai saja kalian kafir seperti mereka telah kafir sehingga kalian semua sama saja” QS an Nisa’: 89. Karena itu aneka ragam cara dari yang paling halus sampai yang paling kasar, dari cara biasa sampai pada cara yang kejam dan biadab mereka lakukan semata demi mengkafirkan kaum muslimin. Watak jahat ini telah diperingatkan oleh Allah dalam firmanNya: “Dan mereka senantiasa memerangi kalian sehingga mereka bisa menarik kalian dari agama kalian jika mereka memang mampu” QS al Baqoroh: 217. Allah juga berfirman:

“ Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran…” QS al Baqoroh : 109.

  1. Alqur’an
Iri hati hati kepada Alqur’an mendorong pembohong besar Musailamah al Kadzdzab berusaha membuat sajak – sajak bahasa untuk menyaingi keindahan Alqur’an. Iri hati kepada Alqur’an sebagai Kitab yang sama sekali tidak berubah sedikitpun dan tetap terjaga seiring waktu yang terus berjalan juga membuat kaum kafir senantiasa berusaha untuk merubah susunan bahasa Alqur’an. Langkah ini ternyata sama sekali tidak berhasil hingga mereka beralih kepada tindakan pelecehan. Tulisan – tulisan Alqur’an dijadikan hiasan di tempat – tempat hina. Di sandal, lantai, dinding kakus, celana dalam, BH dan lain – lain. Rasa gemas terhadap Alqur’an yang telah memberikan suntikan semangat hidup dan perjuangan membela agama Allah hingga titik darah penghabisan juga memberikan kesimpulan kepada kaum kafir bahwa selama masih memegang Alqur’an maka umat Islam tidak akan pernah bisa terkalahkan. Dari sini kemudian sasaran senjata mereka kemudian sebagian diarahkan kepada menjauhkan umat Islam dari Alqur’an. Umat Islam dibikin sibuk dengan selain Alqur’an. Salah satu wujud dari hal ini adalah dengan padatnya kurikulum pesantren oleh kajian – kajian fiqih satu Madzhab. Sementara kajian Tafsir Alqur’an dan Hadits porsinya sangat sedikit. Ini berdampak pada mudahnya kaum santri terpengaruh oleh pemikiran – pemikiran baru dalam Islam yang tidak berasal dari Islam. Sekedar diketahui bahwa sebagian besar yang terhanyut dalam kelompok JIL (Jaringan Islam Liberal) adalah putera – putera pesantren.

Kenapa mudah terhanyut? Jawabnya karena dari segi pemikiran dan prinsip Islam, orang – orang yang sedikit atau sama sekali tidak mengkaji Tafsir dan hadits kosong dari prinsip dan pemikiran Islam. Akibatnya prinsip dan pemikiran selain Islam (Kapitalisme, Sosialisme, Pluralisme, Sekulerisme, Humanisme dan Isme - isme lain) dengan mudah masuk dan merasuk ke dalam pemikiran mereka. Fenomena ini merupakan buah dari pohon yang sejak lama ditanamkan. Dikisahkan bahwa pada masa penjajahan Belanda seluruh kitab bebas masuk ke Indonesia dan menjadi kurikulum di pesantren kecuali kitab – kitab Tafsir. Disebutkan bahwa ketika itu hanya Tafsir Jalalain yang diperkenankan masuk. Sementara Tafsir – tafsir lain dilarang. Ada apa di balik pelarangan ini? Tentu saja agar Alqur’an tidak bisa difahami secara total dan benar. Ingat Alqur’an adalah nikmat besar yang menjadikan kaum Kuffar iri hati ( Hasad ) dan seperti dimengerti Hasad adalah harapan supaya orang lain kehilangan nikmat.

  1. Kekayaan Alam & Kesejahteraan Hidup

Islam adalah agama yang menjanjikan surga bagi pemeluknya. Allohu Akbar, ternyata surga itu gambarannya sudah terbukti di dunia. Kekayaan alam berupa emas, batu bara, minyak bumi, uranium, tanah yang subur dan sebagainya seluruhnya ada di negeri – negeri tempat tinggal mayoritas muslim. Kondisi ini membuat kaum kafir iri hati sehingga terjadilah penjajahan terhadap negeri – negeri Islam. Kekayaan negeri Islam dirampok dengan berbagai macam cara dan aneka ragam senjata. Cara mileterisme seperti yang sekarang terjadi di Afghanistan, Iraq, dan Somalia,. Atau cara menjerat dengan hutang seperti yang sekarang dialami Indonesia. Keadaan seperti ini sudah barang tentu menyengsarakan masyarakan Islam. Eksistensi terancam, dan kesejahteraan hidup lenyap. Padahal sebenarnya mereka memiliki potensi dan sumber daya yang memadai. Realitas bahwa kaum kafir sangat menginginkan umat Islam sengsara telah diingatkan oleh Allah dalam Alqur’an:

“ …mereka berharap sesuatu yang menyengsarakan kalian. Sungguh telah jelas kebencian dari mulut – mulut mereka….” QS Ali Imron: 118.


Share on Google Plus

About Bapak e Muhammad

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.