92 MHz

Pagi2 buta, sebelum Subuh, sayup2 terdengar lantunan dzikir secara berjamaah. Hal itu berlangsung sampai matahari "menampakkan" dirinya. Rupanya itulah kebiasaan yang sudah berlangsung lama di ma'had Nurul Haromain. Setiap malam (3 dinihari) santri sudah siap di musholla utk melakukan qiyamullail, dilanjutkan dengan wirid. Jika biasanya "kebiasaan" itu terdengar di sekitar ma'had saja, maka sekarang hal itu bisa terdengar sampai 6 km atau lebih dari arah ma'had. Lho?? gak malah ngganggu??
Ternyata, kegiatan ma'had sekarang sudah bisa diikuti melalui radio. Siaran (meskipun masih percobaan) sudah dimulai pada waktu Istihlal tgl 26 Oktober kemarin. Dengan peralatan yg dirakit oleh tim dari pak Munir, radio FM Shoutul Haromain (suara Haromain) 92 MHz jadi bisa didengar oleh masyarakat banyak didaerah Pujon dan sekitarnya.
Banyak harapan dari masyarakat dari radio ini. Diantaranya, ke depan radio bisa jadi ajang komunikasi antara masyarakat dengan ma'had. "Kalo kita ada persoalan yg mau kita tanyakan ke pondok, kita bisa nelpon langsung ke radio pada acara Fas'alu. Kalo datang langsung ke pondok kita bingung juga, mau nanya ke siapa?" Kata pak Munir ketika beliau dg tim merakit perlatan radio.
Sekarang, ikhwan2 ma'had bisa berda'wah melalui udara.....

Share on Google Plus

About Bapak e Muhammad

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. assalamu`alaikum...
    ustad mau tanya,,,, ko` sulit mengakses SH.FM..?
    apa ada jadwalnya...

    BalasHapus
  2. shfm siaran jam 05.00 - 21.00 insyaALLAH jika tidak ada kendala

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.