TAUSIYAH MEI 2008

MANUSIA TERCIPTA DALAM KELEMAHAN



Alloh Subhanahu wata'ala berfirman : "Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah" QS. an Nisa:28
Dalam ayat ini terkandung banyak hikmah yang senantiasa mampu difahami oleh seorang muslim yang terbina. Hikmah2 itu adalah :
1. Arahan agar bersikap meringankan (takhfif) dan menampakkan keistimewaan agama ini yg berupa tidak adanya kesusahan (adamul haraj) didalamnya. Jadi kemudahan merupakan salah satu pondasi dan prinsip dasar syariat Islam dimana dari sanalah kemudian muncul aneka ragam keringanan-keringanan. Seperti inilah yang selalu diperintahkan Rasullulloh shallallohu alaihi wasallam sendiri kepada para duta dakwah yang Beliau kirim dalam misi penyebaran agama. Beliau berpesan kepada Muadz bin Abu Musa : "Bersikaplah memudahkan dan jangan kalian berdua bertindak menyulitkan", Beliau juga berpesan : "Sesungguhnya kalian hanya diutus untuk memberikan kabar gembira, bukan membuat orang-orang lari".
2. Manusia itu lemah dan karena kelemahan ini, ia lemah tidak berdaya melawan hawa nafsu sehingga ia tidak sabar dari mengikuti syahwatnya. Rasullulloh shallallohu alaihi wasallam bersabda : "Kalian tidak sempurna iman sehingga keinginannya (hobinya) adalah mengikuti apa yang aku bawa", HR. Dailami dalam Musnad al Firdaus. Beliau shallallohu alaihi wasallam juga bersabda : "Jagalah diri kalian, niscaya para istri kalian juga menjaga diri. Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian". HR Thabarani.

Abu Huroirah ra. berdo'a : "Ya Allah, saya memohon perlindunganMu dari berbuat zina dan mencuri". Karena inilah ditanyakan kepadanya : "Usia sudah tua sementara anda adalah sahabat Rasullulloh shallallohu alaihi wasallam, apakah anda khawatir akan berbuat zina dan mencuri?", Abu Hurairah ra menjawab :"Bagaimana diriku merasa aman sedangkan iblis masih hidup?".
3. Habib Abdulloh bin Alawi al Haddad berkata :[Manusia itu lemah dan karena kelemahan ini ia lebih banyak berpegang dengan persangkaan-persangkaan (tawahhumat) daripada bersandar kepada keyakinan-keyakinan (yaqiiniyat)] dikatakan dalam sebuah hikmah : "Hendaknya kepercayaan orang beriman lebih kuat kepada Allah daripada kepada apa yang dalam genggaman tangannya".
4. Manusia itu lemah, dan karena kelemahan inilah satu sama lain saling membutuhkan pertolongan. Apalagi pada kenyataannya tidak ada seorangpun kecuali pada satu sisi ia menggunakan orang lain sementara disisi lain ia dipergunakan oleh orang lain lagi, seperti ditegaskan Allah dalam firmanNya : "Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian lain" QS az Zukhruf : 32. Dengan demikian satu dengan yang lain menjadi sarana berjalannya kehidupan. Orang ini dengan hartanya, sedang yang lain dengan pekerjaannya. Sehingga sempurnalah putaran roda kehidupan. Jadi bukan karena kesempurnaan yang dimiliki orang kaya (al Muusi') dan bukan pula karena kekurangan yang ada pada orang yang pas-pasan (al Muqtir). Rasullulloh shallallohu alaihi wasallam bersabda : "Pemimpin kaum adalah pelayan mereka", HR al Khathib. Dan dikatakan pula : "Manusia, sebagian dari mereka adalah milik sebagian yang lain meski mereka tidak merasa bahwa sebenarnya mereka adalah pelayan".

Karena itu semua, dalam firmanNya, Allah memberikan peringatan/tahdzir kepada kita agar tidak tertipu diri sendiri serta upaya mengakui kelemahan dan ketidakberdayaan. Dia berfirman : "Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang baik. (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas AmpunanNYa. Dan Dia lebih mengetahui ketika Dia menciptakan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa", QS an Najm:31-32. "...dan andai tidak ada anugrah Allah atas kalian, niscaya tidak seorangpun dari kalian yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". QS an Nuur:21

Wallahu a'lam bisshowab

Share on Google Plus

About Bapak e Muhammad

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar.. tapi mohon maaf untuk spam akan kami hapus langsung.